BATAM – Yulistia Devita Agustina binti Ano Sujono dan suaminya Fahriadi bin Burhan serta seorang Caddy Golf Raja Frimiyani binti Raja Ibrahim dihukum selama 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Batam, Senin (22/5).
Ketua Majelis Hakim Syahrial Harahap didampingi Hakim Anggota Taufik dan Yona Lamerossa menyatakan ketiga terdakwa terbukti secara sah dan mayakinkan telah melanggal pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.
“Menjatuhkan hukuman penjara terhadap terdakwa Yulistia Devita Agustina, Fahriadi dan Raja Frimiyani selama 15 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan penjara,” kata Syahrial.
Setelah membacakan amar putusan, Majelis Hakim meminta tanggapan dari ketiga terdakwa dan JPU.
“Terima yang mulia,” jawab ketiga terdakwa, sementara JPU menyatakan pikir-pikir.
Untuk diketahui, ketiga terdakwa diamankan oleh petugas kepolisian dari Satresnarkoba Polresta Barelang tanggal 18 Oktober 2016 di kediamannya di Perum Garden Raya blok GD7 No. 02 Batam Center.
Dari hasil penggeladahan, polisi menemukan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 1.933,41 gram dan ekstasi sebanyak 450 butir yang diletakkan di bawah meja.
Menurut pengakuan ketiga terdakwa, narkoba tersebut merupakan milik Latief (DPO) dan rencananya akan diantar oleh terdakwa Raja Frimiyani ke Saiful (DPO) di Surabaya atas suruhan Silen (DPO).
Penulis : Roni Rumahorbo
Editor : Rudiarjo Pangaribuan
PT Railink mencatat pertumbuhan signifikan jumlah penumpang sepanjang tahun 2025. Total penumpang KAI Bandara di…
Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan pelayanan alih daya yang professional dan memiliki standar operasional yang…
Melanjutkan semangat tahun akselerasi yang didasari nilai integritas, Tokojadi kembali meluncurkan inisiatif baru yang berfokus…
Jakarta, 14 Januari 2026 — RevComm Inc., perusahaan asal Jepang penyedia solusi AI Voice Analytics, MiiTel, resmi menunjuk Hargunadi…
BATAM - Penambangan pasir darat ilegal dan Cut and Fill(penggalian dan penimbunan untuk meratakan permukaan…
Kupang, NTT, 14 Januari 2026 – Tragedi tenggelamnya kapal wisata semi-phinisi KM Putri Sakinah di perairan…
This website uses cookies.