Menurut Erdi, dari sisi kemaritiman, ada beberapa pertanyaan terhadap pekerjaan perbaikan kapal MT Federal II tersebut.
“Pertama, seharusnya sisa minyak ataupun muatan yang ada di tanki seharusnya sudah bersih (cleaning) sebelum kapal naik diatas tanah. Menurut saya ini tipe kapal FPSO yg masuk dalam kategori kapal penyimpanan minyak,”jelasnya.
Kata dia, pekerjaan docking kapal pasti melukan hot work (pengelasan). “Panasnya tanki dari hasil pengelasan kita duga menjadi penyebab ledakan yg dahsyat,”ucapnya.
Erdi minilai ada kejanggalan atas insiden kebakaran kapal tanker MT Federal II tersebut. Menurut dia masih ada sisa minyak di dalam tanki makanya terjadi ledakan.
“Ini menurut pengalaman saya selama menjadi perwira diatas kapal tanker. Seharusnya pihak HSE dari galangan kapal dan juga pimpinan ASL harus bertanggung jawab,”tegasnya lagi./RD
Page: 1 2
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus…
Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan…
Bandung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat keberhasilan dalam menjaga…
Tahun 2025 menjadi titik penting dalam perjalanan Program Cyber Security BINUS University di ranah keamanan…
Pensiun dini sering terdengar seperti mimpi besar. Bayangannya hidup lebih santai, waktu lebih fleksibel, dan…
DJI FlyCart 100 dirancang untuk mendukung pengiriman logistik udara tanpa pendaratan di lingkungan dengan keterbatasan…
This website uses cookies.
View Comments