BATAM – swarakepri.com : Menjelang Pemilihan Kepala Daerah(Pilkada) di Provinsi Kepulauan Riau(Kepri) yang akan digelar bulan Desember 2015 mendatang, beberapa kandidat calon Gubernur Kepri atau calon Wali Kota Batam melakukan tebar pesona ke masyarakat melalui pemasangan baleho di beberapa lokasi strategis di Kota Batam.
Ironisnya, selain merusak estetika keindahan kota Batam, puluhan baleho yang berdiri megah tersebut diduga tidak membayar pajak karena tidak ditemukan adanya stempel lunas pembayaran dari Dispenda Batam.
Warto salah satu warga Batam Center ketika dimintai komentarnya mengenai keberadaan baleho-baleho tersebut mengaku sudah bosan melihat pencitraan jelang pilkada digelar.
“Ah, kita sudah bosan melihat baleho-baleho pejabat itu. Baleho mereka itu memang bagus, besar-besar lagi, tapi NOL untuk rakyat kecil,” ujarnya geram, Selasa(7/4/2015) saat ditemui diwarung pinggir jalan di kawasan Cikitsu Batam Center.
Ia berharap para pejabat yang mau mencalonkan diri jadi Gubernur atau Wali Kota tidak perlu menghambur-hamburkan uangnya untuk tebar pesona dan lebih baik digunakan untuk membantu masyarakat yang sedang kesulitan.
“Kalau bisa uangnya dikasihkan saja sama warga miskin,” harapnya.
Berdasarkan pantauan dilapangan beberapa baleho para kandidat yang ingin bertarung di Pilkada Kepri atau Batam berdiri megah dibeberapa lokasi di Batam Center seperti di Kawasan Tunas terpampang baleho Calon Gubernur Kepri Husrin Hood. Sementara itu baleho calon Wali Kota Batam Rudi juga terlihat terpasang di PT Panasonic Batam Center. Kedua Baleho tersebut tidak terlihat adanya stempel lunas pembayara dari Dispenda Batam.
Kadispenda Kota Batam, Jefridin ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya baleho yang diduga tidak membayar pajak alias bodong.
“Putus putus pak, putus putus pak,” ujar Jefridin berupaya menghindar dari balik telepon selulernya, Senin(6/4/2015). (red/AMOK)
Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menyelenggarakan serangkaian agenda Green and Smart Port Initiatives (GSPI)…
Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat strategi diversifikasi pembiayaan produktif sebagai bagian dari…
Yamaha Grand Filano belakangan ramai diperbincangkan di TikTok. Menariknya, mayoritas konten yang masuk ke beranda…
Sinking fund adalah metode menyisihkan uang secara bertahap untuk kebutuhan yang sudah diperkirakan akan datang…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) kembali menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki…
This website uses cookies.