Menurut Edy, hingga saat ini pihaknya masih proses pemuktahiran ijin di tingkat Provinsi, dan ditargetkan dapat beroperasi di tahun 2026.
“Tahapan perizinan di Kabupaten telah lengkap, saat ini masih proses di Dinas Provinsi Kepulauan Riau. Insha Allah, target kami produksi di tahun 2026,”pungkasnya.
Untuk informasi, Tridaya Group mengelola lahan tambang seluas 49,7 Hektare dengan potensi pasir darat mencapai 2-3 juta ton dalam kurun tiga tahun perizinan. Untuk lebih lanjut, Tridaya group dapat diakses di website resmi yakni tridayagroup.id dan email:
tridayasatyalestarisejahtera@gmail.com./RD
Page: 1 2
Nanovest mengumumkan kerjasama strategis dengan global crypto exchange Fasset, perusahaan aset digital berbasis di Uni…
Pasar forex dikenal sebagai pasar finansial terbesar dan paling cair di dunia dengan volume transaksi…
Industri logistik global menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik.…
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kini berada pada titik krusial seiring dengan berakhirnya…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan kinerja positif pada penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor, khususnya…
PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, resmi menjalin mitra…
This website uses cookies.
View Comments