BATAM – Saksi terlapor dalam kasus dugaan penipuan atau penggelapan senilai Rp120 Miliar, Hong Koon Cheng alias Kelvin Hong mangkir dari panggilan tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada Kamis(27/2/2020).
Hal ini diungkapkan oleh Kuasa Hukum PT Hosana Exchange, Alfonso Napitupulu selaku pihak pelapor.
“Setelah dipanggil, Kelvin Hong rencana hari ini diperiksa, ternyata tidak hadir. Tidak hadir dan tidak sampaikan alasan apapun ke penyidik,” ujar Alfonso kepada Swarakepri lewat sambungan telepon, Kamis malam.
Pihaknya kata Alfonso tetap meminta secara prosedur agar terlapor dilakukan panggilan kedua.
“Kita tetap meminta secara prosedur dipanggil kedua, nanti pemanggilan kedua tidak hadir ya kita minta diterbitkan DPO melalui interpol,” ujarnya.
Menurut Alfonso, meskipun saksi terlapor Kelvin Hong tidak menghadiri panggilan penyidik tidak mengurangai nilai sangkaan pidana atas dua terlapor lainnya dalam kasus tersebut.
“Bukan meniadakan pidana, bukan juga meniadakan keterlibatan dua orang (terlapor) yang lain,”pungkasnya.
Diketahui, Direktur PT Hosana Exchange milik pengusaha Amat Tantoso melaporkan kasus dugaan penipuan atau penggelapan sebesar Rp120 Miliar ke Bareskrim Polri pada tanggal 3 Oktober 2019 lalu.
Dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/0864/X/2019/Bareskrim tanggal 3 Oktober 2019 tersebut sebagai pihak terlapor adalah Mina, Yuwanky dan Hong Koon Cheng alias Kelvin.
Kuasa Hukum PT Hosana Exchange, Alfonso Napitupulu mengatakan laporan kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan di Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.
“Awalnya laporan kita itu sebatas pasal 372 dan 378, penipuan dan penggelapan dengan nilai kerugian ratusan miliar. Begitu 372 dan 378 proses lidik, naik gelar perkara menuju sidik, ada penambahan pasal yaitu Undang-undang TPPU(Tindak Pidana Pencucian Uang),” ujar Alfonso Selasa(12/2/2020) malam.
(RD_JOE)
BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…
BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…
Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…
Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…
MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…
Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…
This website uses cookies.