Categories: NASIONAL

Kesehatan, Obat hingga Makanan Masuk Daftar Prioritas Pemerintah

JAKARTA-Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI mengatakan kluster kesehatan, obat, dan makanan masuk ke dalam prioritas nasional selama lima tahun ke depan.

“Ya memang benar, karena kita harus sadar bahwa masih banyak penyakit yang ada di Indonesia baik sifatnya menular maupun tidak untuk diatasi bersama,” kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Karena itu, kondisi tersebut harus menjadi perhatian semua pihak terutama sektor kesehatan dan para peneliti untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam.

“Tujuannya adalah bagaimana mencari penangkal atau cara mencegah penyakit-penyakit itu,” ujar dia.

Di sisi pemerintah, Kemenristek akan mendorong dari segi fasilitas termasuk pula anggaran dan sebagainya terutama terkait riset yang sifatnya preventif maupun kuratif atau menyembuhkan. Ia mengatakan adanya kerjasama antara Indonesia dan Malaysia di bidang neurosciences akan bermanfaat bagi kedua negara tersebut.

Apalagi, isu dan kondisi Indonesia dan Malaysia tidak jauh berbeda yakni sama-sama anggota Asean dan merupakan negara kategori tropis. Sehingga, hal itu diharapkan dapat memperkuat riset tentang neurosciences.

“Tentunya sejumlah kesamaan ini diharapkan menjadi kolaborasi riset yang bisa memberikan solusi dan permasalahan terutama terkait neurosciences,” katanya.

Indonesia dan Malaysia melakukan riset terkait neurosciences dengan melibatkan delapan peneliti dari lima universitas asal Malaysia. Kemudian 22 tim peneliti Tanah Air yang merupakan gabungan dari beberapa perguruan tinggi yaitu Universitas Diponegoro (Undip).

Kemudian Universitas Yarsi, Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Tarumanegara dan Balitbang Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sumber: Republika.com

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…

1 jam ago

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…

3 jam ago

Metodify Hadir sebagai Platform AI Akademik untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah

Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…

4 jam ago

Perkuat Mitigasi Risiko Hukum, BRI Finance Kerja Sama dengan Kejari Jakarta Utara

Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…

4 jam ago

Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring…

5 jam ago

Dua Saksi Ahli Beda Pendapat Soal Legal Standing BP Batam di Sidang Bowie Yoenathan

BATAM - Pakar Hukum Kehutanan, Bambang Wiyono S.H.,M.H dihadirkan Penasehat Hukum terdakwa Bowie Yoenathan untuk…

16 jam ago

This website uses cookies.