Komisi IV DPRD Batam Diduga “Sarang” para Perampok APBD

BATAM – swarakepri.com : Terkuaknya rekaman pembicaraan antara Sekretaris Dinas Pendidikan Batam, Yahya dengan beberapa anggota Komisi IV DPRD Batam yang menyebutkan adanya pemberian uang sebesar Rp 200 juta kepada Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Diana Titik Windawati membuktikan adanya perampokan APBD Batam secara berjamaah yang dilakukan oleh para anggota Dewan dengan modus bekerjasama dengan pihak eksekutif.

Laporan Indonesian Corruption Watch(ICW) Kepri kepada KPK dan Mabes Polri beberapa waktu lalu tentu saja belum cukup untuk membuat jera para perampok uang rakyat ini. Lemahnya penegakan hukum ditambah dengan adanya tawar-menawar politik pihak-pihak tertentu seakan menjadi “perisai” bagi para koruptor di Batam ini untuk terus merampok APBD Batam.

Pernyataan Yahya, Sekretaris Dinas Pendidikan Batam dalam rekaman tersebut sangat jelas menyebutkan adanya kongkalikong dengan Komisi IV DPRD Batam untuk meloloskan anggaran tahun 2013. Atas jasa para “maling uang rakyat” ini untuk meloloskan anggaran 2013, Dinas pendidikan Batam menyerahkan sejumlah uang kepada para anggota Komisi IV DPRD Batam.

“Mulai 2 tahun belakangan ini kan kita(dinas pendidikan) dengan Komisi IV sudah partner. Untuk itu kita siap memback up apa yang menjadi keinginan komisi IV,” ujar Yahya seperti yang terdengar dalam rekaman tersebut.

Dalam rekaman itu Yahya juga menyebutkan bahwa pemberian uang sebesar Rp 200 juta kepada Diana Titik Windayati atas perintah Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.

“Waktu itu pak Kadis(muslim bidin,red) menunjuk saya supaya tolong amankan Komisi IV,” jelas Yahya kepada beberapa anggota DPRD Batam saat itu.

Setelah melakukan koordinasi dengan Diana selaku Sekretaris Komisi IV, Yahya pun menyerahkan uang Rp 200 juta kepada Diana untuk mengamankan seluruh anggota Komisi IV DPRD Batam.

Diberitakan media ini sebelumnya bahwa kasus dugaan suap dan gratifikasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Batam untuk melobi Komisi IV DPRD Batam diduga tidak hanya melibatkan Diana Titik Windayati dari Komisi IV. Setiap anggota Komisi IV DPRD Batam diduga juga menerima uang suap dan gratifikasi dari Dinas Pendidikan untuk meloloskan anggaran tahun 2013.

Dari informasi yang dihimpun dilapangan, kongkalikong proyek yang dilakukan oleh Komisi IV DPRD Batam tidak hanya terjadi di Dinas Pendidikan Batam. Beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) yang menjadi mitra kerja Komisi IV juga terjadi kongkalikong untuk merampok APBD Batam.

“Kongkalikong proyek dengan eksekutif sudah biasa dilakukan Komisi IV,” ujar narasumber terpercaya kepada swarakepri, hari ini,Jumat(30/8/2013).

Terkait adanya laporan dari Indonesian Corruption Watch(ICW) Kepri ke KPK dan Mabes Polri atas dugaan suap dan gratifikasi sebesar Rp 200 juta yang diberikan oleh Yahya,(Sekretaris Disdik Batam) kepada Diana Titik Windayati(Sekretaris Komisi IV), narasumber ini mengungkapkan bahwa setiap anggota Komisi IV juga menerima uang suap dan gratifikasi dari Disdik Batam untuk meloloskan anggaran 2013.

“Semua(komisi IV) kebagian bang. Kalau KPK atau Mabes Polri buka kasus ini, mereka semua akan masuk penjara,” jelasnya.

Untuk diketahui Komisi IV DPRD Batam yang membidangi Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia diisi oleh :

Ketua : Riki Syolihin
Wakil Ketua : Udin P Sihaloho
Sekretaris : Diana Titik Windayati

Anggota : Ricky Indrakari, Suwandi ST, Muhammad Yunus, Mawardi Harni, Rusmini Simorangkir, Panahatan Sitorus, Windarti Wahyuningsih

(redaksi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia

BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…

5 jam ago

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Scam Trading di Batam, Begini Modusnya

BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…

10 jam ago

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…

11 jam ago

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…

12 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan…

12 jam ago

Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy

Jakarta (07/05), Dalam agenda tahunan ke-14 Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26), PT Jasa Marga (Persero)…

12 jam ago

This website uses cookies.