Categories: HUKRIM

KPLHI Adukan Dumping Limbah B3 di Galang Ke Polda Kepri

BATAM – Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) laporkan temuan puluhan ton limbah berbahaya dan beracun (B3) yang menumpuk dalam sejumlah drum pada sebuah lahan di kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang ke Polda Kepulauan Riau.

Temuan ini bermula dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti oleh KPLHI Batam pada, 26 April 2020 lalu. Hasilnya, ditemukan sebentuk lahan yang sudah direncanakan untuk penempatan material kategori limbah B3.

Ketua KPLHI Batam, Azhari Hamid mengatakan, praktik penimbunan ini merupakan kejahatan lingkungan. Sebab tidak sesuai prosedur dan membahayakan lokasi sekitar.

“Berkas sudah siap dan kami akan segera buat pengaduan temuan dumping limbah industri ini ke Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau,” kata Azhari Hamid, saat ditemui, Senin (4/5/2020).

Material yang didumping (buang) berupa, plam oil, cooper phospat, hardener, grease, dan contamined rags. Semua masuk dalam pengelompokan limbah B3 sebagaimana tercantum dalam lampiran PP Nomor 101 tahun 2014.

Ia mengatakan, sumber limbah diduga berasal dari PT Musim Mas, perusahaan pengolahan minyak sawit di Kabil. Hal itu diketahui berdasarkan label dan stiker kemasan yang diperoleh di lokasi. Sementara untuk transporter (pengangkut) limbah ke lokasi, ditengarai dilakukan oleh PT Desa Air Cargo (PT DAC).

“PT Desa Air Cargo harus bertanggung jawab mengapa limbah yang mereka kelola bisa bocor dan didumping di luar lokasi mereka secara ilegal. Tidak tertutup kemungkinan juga menjadi pengelola air limbah dari perusahaan sejenis dengan PT MM,” jelasnya.

Ia melanjutkan, perusahaan pencemar diduga telah melanggar UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pihak Kepolisian diminta dapat melakukan proses hukum terhadap pelaku kejahatan lingkungan yang melakukan dumping limbah ini.

“Kami akan membawa masalah ini secara benar, dan berharap optimalnya fungsi-fungsi pengawasan pemerintah,” kata dia.

Sebelumnya, Sub Direktorat IV Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau telah meninjau lokasi pembuangan dan penimbunan limbah B3 di Rempang Cate pada Minggu (3/5/2020) kemarin.

Kasubdit IV Reskrimsus Polda Kepri, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, hasil peninjaun didapati lokasi ternyata telah disegel oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

“Ketika tiba di TKP menemukan telah di beri garis PPNS PPLH. Itu artinya TKP tersebut sedang ditangani,” jelas Wiwid, Senin (4/5/2020).

Meski demikian pihaknya tidak akan lepas penanganan kejahatan lingkungan ini begitu saja. Melainkan tetap akan terus melakukan koordinasi pengawasan penanganan melalui pihak-pihak terkait.

“Krimsus tetap melakukan koordinasi pengawasan PPNS terkait perkara itu lewat korwas PPNS,” tegasnya.

Elang

Sholihul Abidin - SWARAKEPRI

Share
Published by
Sholihul Abidin - SWARAKEPRI

Recent Posts

KAI Sesuaikan Jadwal LRT Jabodebek untuk Optimalkan Layanan Jam Sibuk Pagi

KAI menyesuaikan jadwal LRT Jabodebek jam sibuk pagi mulai Senin 15/6 setelah evaluasi KLB uji…

11 menit ago

Penasaran Lihat Maggot, Booth MINERALive MIND ID Jadi Inspirasi Ekonomi Sirkular di INVIROTECH 2026

Area booth MIND ID MINERALive dipadati pengunjung selama gelaran INVIROTECH 2026 di Jakarta Convention Center,…

31 menit ago

Jalankan Peran Penggerak Hilirisasi, MIND ID Optimalkan Kontribusi Bagi Negara

Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten menjalankan fungsi strategis sebagai penggerak hilirisasi nasional guna…

59 menit ago

Perluas Peluang Bisnis, WSBP Tambah Kegiatan Usaha

PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…

1 jam ago

Perkuat Komitmen Keberlanjutan, SUCOFINDO Dukung Aksi “Mageri Segoro” di Jawa Tengah

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas…

4 jam ago

BRI Finance Catatkan Pertumbuhan Pembiayaan Mobil Bekas 169,34 Persen

Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang tetap tinggi, mobil bekas semakin menjadi pilihan…

1 hari ago

This website uses cookies.