SURABAYA – Seorang bandar narkoba jenis sabu berinisial R (30) asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur tewas usai ditembak anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Pasalnya, bandar ini melawan memakai sajam saat ditangkap di kawasan Sidoarjo.
Kini jenazah bandar sabu itu berada di kamar mayat RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Dari tangan sang bandar, polisi mengamankan sabu seberat 1,5 kg serta sajam sebagai barang bukti kejahatan.
Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian menyatakan, tersangka memang sudah menjadi incaran dari petugas selama ini. Tersangka terlibat dalam peredaran narkoba diketahui dari hasil pengembangan.
“Setelah kami ketahui keberadaan pelaku di Sidoarjo, kami koordinasi dengan kasat narkoba Sidoarjo. Selama dua hari kami memburunya,” terang Memo, Jumat (13/3/2020).
Menurut dia, tersangka dikenal ‘licin’ dan merupakan residivis dalam kasus yang sama. Ketika hendak ditangkap di Sidoarjo, tersangka melawan petugas dengan sajam. Akhirnya polisi melakukan tindakan tegas, terarah dan terukur alias ditembak.
“Ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya nanti pimpinan yang akan menyampaikan,” tandasnya.
Polrestabes Surabaya tidak main-main terhadap pengungkapan peredaran narkoba. Sebelumnya pada awal 2020 ini, anggota Sat Resnarkoba sudah menembak mati 2 kurir narkoba karena melawan saat ditangkap.
Sumber: Okezone.com
JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI), sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MINDID, terus…
Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi global, muncul satu nama dari Indonesia yang menghimpun perhatian banyak…
Satu Tahun Hadir, First Club Berbagi 1.000 Sembako untuk Warga Sekitar BATAM - First Club…
MAXi Yamaha terus menghadirkan berbagai kejutan spesial pada awal tahun ini. Selain sukses menggebrak pasar…
PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia,…
KAI Bandara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui program tanggung jawab…
This website uses cookies.