Menguak Tabir Dugaan Korupsi di Universitas Karimun(1)

Miliaran Rupiah Uang milik Ribuan Mahasiswa “Raib”

KARIMUN – swarakepri.com : Dugaan adanya praktek korupsi yang dilakukan pihak Yayasan Tujuh Juli yang menaungi Universitas Karimun(UK) yang berlokasi di Jalan Canggai Putri, Kecamatan Tebing milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun diperkirakan telah merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.

Salah satu indikasi kuat adanya praktek korupsi yang dilakukan oleh pihak Yayasan Tujuh Juli dan Rektor Universitas Karimun adalah adanya pengunaan dana hibah dari APBD Kabupaten Karimun Tahun 2012 sebesar Rp 2 miliar untuk belanja bantuan beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu di Universitas Karimun.

Padahal uang dana hibah tersebut pada kenyataannya diperuntukkan untuk membayar ganti rugi terhadap 1300-an mahasiswa dari lima prodi yang ada yang telah dirugikan akibat penyelenggaran perkuliahan program Strata 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) pada 2008 sampai 2010 Univeritas Karimun belum mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti).

Karena tidak memiliki ijin dari Dirjen Dikti, 1300-an mahasiswa yang sudah kuliah selama 6 semester tersebut terpaksa kembali mengulang dari semester pertama. Untuk mengganti rugi biaya yang telah dibayarkan 1300-an mahasiswa selama 6 semester tersebut, Pembab Karimun akhirnya meengucurkan dana sebesar Rp 2 miliar menggunakan dana hibah APBD Pemkab Karimun tahun 2012.

Anehnya, miliaran rupiah dana yang diperoleh pihak Yayasan Tujuh Juli dari ribuan mahasiswa saat penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2008 hingga 2010 dan sumber dana lainnya sama sekali tidak berbekas hingga adanya pergantian Rektor Universitas Karimun pada Tahun 2011.

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh SWARAKEPRI.COM, ditemukan adanya keganjilan terkait pengelolaan keuangan Yayasan Tujuh Juli pada tahun 2008 hingga 2010 saat Rektor Universitas Karimun dijabat Sudarmadi. Saat itu seluruh penerimaan uang ke Yayasan Tujuh Juli baik dari penerimaan mahasiswa baru dan biaya kuliah mahasiswa serta sumber dana lainnya disimpan dalam rekening pribadi Sudarmadi yang saat ini menjabat sebagai Kadis Pendidikan Kabupaten Karimun.

Rektor Universitas Karimun, Abdul Latif ketika dikonfirmasi SWARAKEPRI.COM mengaku bahwa saat dilantik menjadi rektor pada tahun 2011 hingga saat ini tidak pernah ada serah terima dari Sudarmaji selaku pejabat rektor sebelumnya.

“Tidak pernah ada serah terima dan LPJ dari pejabat sebelumnya,” ujarnya siang tadi, Selasa(25/11/2014) diruang kerjanya.

Ia juga tidak menyangkal adanya ketidakberesan pengelolaan keuangan yang dilakukan pihak Yayasan Tujuh Juli dan pejabat rektor sebelumnya setelah ia menjabat sebagai rektor pada tahun 2011 lalu.

“Memang ada hal-hal yang tidak beres pada pengelolaan keuangan saat itu” ujarnya tanpa bersedia merinci lebih jauh.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada saat ia menjabat Rektor Universitas Karimun tahun 2011 lalu, kondisi keuangan Yayasan Tujuh Juli yang menaungi UK sangat memprihatinkan karena sama sekali tidak memiliki dana.

“Sama sekali Nol,” tegasnya.

Pejabat Rektor Universitas Karimun periode 2008-2010, Sudarmadi hingga berita ini diunggah tidak bersedia memberikan keterangan. Upaya konfirmasi yang dilakukan SWARAKEPRI.COM melalui surat resmi dan mendatangi kantornya saat ini di Dinas Pendidikan kabupaten Karimun tidak ditanggapi. (redaksi,1)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing SDM, PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi

PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus mempercepat transformasi sumber daya manusia melalui program sertifikasi…

3 jam ago

Mengenal Peluang Menabung Saham AS bagi Investor Indonesia

Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi pada saham perusahaan global, khususnya saham di pasar Amerika Serikat,…

17 jam ago

Pendiri BioMom Swiluva Ma Jajaki Kolaborasi dengan Kemendukbangga untuk Cegah Stunting

Audiensi Pendiri BioMom Swiluva Ma dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga membuka peluang kerja…

18 jam ago

Bohopanna Hadir Bersama Seribu Paras, Luncurkan Koleksi Pertama Karya Anak dengan Down Syndrome

Bohopanna, local fashion brand anak di bawah naungan Hypefast, resmi meluncurkan koleksi kolaborasi bersama Seribu Paras melalui acara…

18 jam ago

Hadapi Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan, Pemilik MC Homestay Tunjuk Tiga Pengacara

BATAM - Pemilik Mini & Coco Homestay, Marlina menunjuk tiga pengacara untuk menghadapi kasus dugaan…

19 jam ago

Mesin Digital CS di BRI BO Veteran Permudah Layanan Nasabah, Lebih Cepat, Mudah, dan Praktis

BRI terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu…

1 hari ago

This website uses cookies.