Categories: BATAM

Pemeriksaan Limbah Elektronik Overstaying di Batam Tuai Kritik

BATAM – Pemeriksaan kontainer berisi limbah elektronik(e-waste) asal Amerika Serikat overstaying di Pelabuhan Batu Ampar Batam menuai kritikan. Menurut Pemerhati Lingkungan Azhari Hamid, M.Eng, pemeriksaan limbah B3(Bahan Berbahaya dan Beracun) tersebut harus dilakukan di perusahaan pengolahan dan pengelelolaan limbah B3 yang ada di Batam.

“Kita sepakat masuk ke PT Desa Air Cargo Batam(DAC). Setelah diperiksa di DAC, setelah dipisahkan kategori limbah B3 dan kategori yang masih bisa dimanfaatkan baru dikirim lagi ke perusahaan. Namun kita tidak sepakat, kalau limbah tersebut diperiksa di lokasi perusahaan importir. Kompetensi Satgasnya sejauh apa bisa memastikan itu bisa berjalan dengan fair? ujarnya kepada SwaraKepri, Kamis 23 April 2026 sore.

Ia juga mengatakan pemeriksaan container di lokasi perusahaan importir juga berpotensi menimbulkan masalah baru yakni beban lingkungan.

“Misalkan yang seharusnya dikirim ke DAC sebanyak 45-50 persen, tapi dikirim hanya 5 persen. Siapa yang bisa menjamin pengawasan berjalan sempurna? Tapi kalau diperiksa di DAC, sudah punya kualifikasi dan kapasitas untuk mengolah dan mengelola limbah B3,”tegasnya.

Kata dia, dengan melakukan pemeriksaan di DAC, Satgas juga lebih mudah melakukan pengawasan dan koordinasi.

“Satgas selain mengawasai, juga bisa koordinasi dengan DAC, mana barang yang masuk ke pengolahan atau ke pengelolaan. Jadi yang masuk ke perusahaan itu benar-benar memang dibutuhkan untuk material produksi,”terangnya.

Solusi Pemeriksaan Limbah Overstaying

Azhari juga menyampaikan solusi untuk melakukan pemeriksaan limbah overstaying di PT DAC dengan areal yang terbatas untuk menampung ratusan kontainer yang ada.

“Jika lokasi DAC tak cukup untuk menampung ratusan kontainer, pemeriksaan bisa dilakukan secara bertahap. Saat kontainer mau keluar, Satgas harus kolabirasi dengan DAC. Kalau misalkan kontainer bisa keluar 10 dengan 4 hari pemeriksaan, hari kelima masuk lagi 10. Ttu lebih intensitas yang rutin dan bagus untuk regulasi orang kerja,”ucapnya.

SOP Pemeriksaan Limbah Overstaying

Puluhan kontainer limbah elektronik atau e-wasta asal Amerika Serikat sudah keluar dikeluarkan dari Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar setelah Bea Cukai menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

Hingga Sabtu 18 April 2026, Bea Cukai Batam mencatat ada 90 kontainer limbah elektronik yang sudah terbit SPPB.

Berdasarkan informasi dan data yang diperoleh SwaraKepri, penerbitan SPPB ini mengacu kepada surat rekomendasi pengeluaran kontainer untuk pemeriksaan fisik yang diterbitkan Direktur Lalu Lintas BP Batam, Rully Syah Rizal pada tanggal 10 Maret 2026 kepada tiga perusahaan importir limbah elektronik yakni PT Esun Internasional Utama Indonesia, PT Logam Intenational dan PT Batam Battery Recicle Industries.

Surat rekomendasi pengeluaran kontainer untuk pemeriksaan fisik yang diterbitkan Dirlalin BP Batam ini mengacu kepada Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonnmian RI Nomor 46 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Penanganan Penyelesaian Penumpukan Kontainer(Overstaying) di Pelabuhan Batu Ampar Batam.

Dalam hal melakukan pemeriksaan kontainer overstaying di Pelabuhan Batu Ampar tersebut ada sejumlah Standar Operasional Prosedur(SOP).

Pertama, Penerbitan Rekomendasi. Penerbitan Surat Rekomendasi Pengeluaran dari BP Batam, Kementerian Lingkungan Hidup dan/atau Dinas Lingkungan Hidup.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Nanovest Ekspansi ke Pasar Global, Sepakati Kerjasama Strategis Dengan Fasset

Nanovest mengumumkan kerjasama strategis dengan global crypto exchange Fasset, perusahaan aset digital berbasis di Uni…

23 menit ago

Mengapa Pasangan Mata Uang Tertentu Lebih Likuid di Pasar Forex

Pasar forex dikenal sebagai pasar finansial terbesar dan paling cair di dunia dengan volume transaksi…

47 menit ago

Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global

Industri logistik global menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik.…

1 jam ago

Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kini berada pada titik krusial seiring dengan berakhirnya…

2 jam ago

Pembiayaan Mobil Baru BRI Finance Melonjak Tajam, Tumbuh 8 Kali Lipat di Awal 2026

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan kinerja positif pada penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor, khususnya…

2 jam ago

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Sinergi Riset dan Industri, PT RPN Jalin Kemitraan Strategis dengan Pascal Biotech

PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, resmi menjalin mitra…

2 jam ago

This website uses cookies.