Ilustrasi - Pekerja SPBU Pertamina mengubah harga BBM yusai pengumuman kenaikan harga BBM, di Bekasi, 3 September 2022. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Perusahaan energi milik negara Pertamina PERTM.UL akan mengeksplorasi pengembangan proyek hidrogen dan amonia hijau di Indonesia, bersama Keppel Infrastructure yang berbasis di Singapura dan perusahaan minyak global Chevron CVX.N sebagai bagian dari kesepakatan studi bersama yang ditandatangani Kamis (10/11).
Perusahaan-perusahaan itu bermaksud menjajaki kelayakan pengembangan fasilitas hidrogen hijau di Sumatera, dengan kapasitas produksi setidaknya 40.000 ton per tahun, menurut sebuah pernyataan tertanggal 10 November. Proses produksi itu pada tahap awal akan memanfaatkan 250-400 megawatt energi panas bumi.
“Fasilitas produksi hidrogen itu berpotensi ditingkatkan hingga 80.000-160.000 ton per tahun, tergantung pada ketersediaan energi panas bumi serta permintaan pasar,” kata pernyataan itu.
Hidrogen hijau atau bersih adalah hidrogen hasil elektrolisis dari sumber energi terbarukan seperti surya atau angin, yang proses pembuatannya tidak menghasilkan karbondioksida.
Hidrogen hijau berbeda dengan hidrogen biru. Yang disebut terakhir adalah adalah hidrogen yang diproduksi dari gas alam dengan teknologi yang mampu menangkap dan menyimpan emisi karbon dioksida yang dihasilkan./VOA
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…
JAKARTA – Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi…
Topremit kembali menyabet penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia sebagai ‘Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025’. Melalui acara…
Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah…
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus…
Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan…
This website uses cookies.