Ia menjelaskan bahwa dari hasil penelitian yang ada, kerusakan ditemukan terhadap kerugian karbon.
“Kalau kita melihat kerugian karbon yang dihasilkan oleh mangrove yang ada disana, kurang lebih sekitar pertahun Rp 45 juta. Kalua kita tarik 10 tahun, kurang lebuh Rp450 juta. Kalaupun kita mau memperbaiki ekosistem disana yang sebagian rusak, kita bisa melakukan intervensi dan itu biayanya tidak terlalu mahal, tidak seperti klaim(kerugian) Rp23 Miliar,”pungkasnya./RD
