BATAM – Pada 12 Oktober 2026, mulai pagi hari hingga menjelang dini hari, aliran listrik di wilayah Batam mendadak terhenti. Bukan karena gangguan biasa, melainkan akibat faktor eksternal yaitu hewan liar penghuni hutan yang masuk ke area instalasi tegangan tinggi di Gardu Induk 150 KV Sungai Harapan, Sekupang, Batam. Insiden ini memicu sistem proteksi otomatis dan membuat sebagian pelanggan harus melewati pemadaman hingga 18 jam.
Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, menjelaskan bahwa masuknya hewan tersebut memicu system protection relay, mekanisme pengamanan otomatis yang dirancang untuk mencegah kerusakan lebih luas pada infrastruktur kelistrikan utama.
“Kronologi penanganan langsung ditindaklanjuti dengan prosedur pemulihan bertahap (black start) sesuai standar keselamatan operasional yang ketat,” kata Yoga saat menjawab konfirmasi SwaraKepri, Selasa 13 Oktober 2026 malam.
Menurut Yoga, tim teknis saat ini masih fokus melakukan investigasi mendalam untuk memastikan titik-titik spesifik yang terdampak. Investigasi dilakukan dengan berkoordinasi bersama aparat penegak hukum serta pemangku kepentingan terkait.
Yoga juga memaparkan bahwa seluruh infrastruktur Gardu Induk PLN Batam telah dirancang dan dibangun dengan standar keamanan serta proteksi berlapis yang ketat. Mulai dari pagar pengaman, pembatas fisik, hingga control & protection system pada peralatan listrik.
“Namun, anomali eksternal yang melibatkan faktor alam atau biologis di luar kendali rutin tetap diantisipasi melalui mitigasi kesiapsiagaan sistem dan evaluasi berkala guna meningkatkan keandalan instalasi,” paparnya.
Di lapangan, petugas teknis dan operasional PLN Batam dikerahkan maksimal untuk mempercepat penanganan dan pemulihan. Hingga berita ini diunggah, gardu induk telah berhasil dinormalkan.
“Secara paralel, petugas UP3 juga langsung turun ke lapangan untuk memastikan kesiapan genset sebagai pasokan listrik cadangan bagi pelanggan strategis serta memberikan informasi berkala,” tutupnya./MS
