Categories: POLITIK

PKB Nilai MK Bijak Putuskan Verifikasi Parpol

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid memberikan respon positif terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang diajukan Partai Gerakan Perubahan (Garuda) Indonesia.

“Putusan MK tersebut sangat bijaksana,” kata Jazilul, Selasa (4/5/2021) dikutip dari beritasatu.com.

Putusan MK tersebut menyatakan bahwa partai politik yang telah lolos verifikasi 2019 dan memenuhi ketentuan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) pada Pemilu 2019 hanya diverifikasi secara administrasi saja.

Sama halnya dengan parpol baru, patai politik yang tidak memenuhi ketentuan PT, tidak memiliki keterwakilan di tingkat DPRD provinsi/kabupaten/kota, serta tidak memiliki keterwakilan di tingkat DPRD provinsi/kabupaten/kota diharuskan verifikasi administrasi dan faktual.

Wakil ketua MPR ini mengatakan jika parpol yang sudah lolos PT pada Pemilu 20219 masih harus melakukan verifikasi faktual sebagai syarat mengikuti pemilu 2024, maka pemerintah justru harus mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit.

“Kalau harus verifikasi faktual lagi, itu uang negara memang dibuat begituan? Budget keluar dan beberapa tahun terbukti parpol yang lolos PT itu sudah pasti lolos verifikasi,” ujar pria kelahiran Gresik Jawa Timur ini.

Dalam verifikasi administrasi bagi parpol yang sudah lolos PT pada pemilu sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) cukup menanyakan kepada parpol masing-masing daftar pengurusnya.

“Kalau harus verifikasi faktual lagi, itu nyari kerjaan, makanya bijaksana putusan MK itu bagi partai yang sudah lolos PT tak lagi ada verifikasi faktual, hanya administrasi,” ucap Jazilul.

jazilul berharap agar dalam verifikasi administrasi, prosesnya dibuat sederhana oleh penyelenggara pemilu.

“Jangan administrasinya dibuat njelimet (rumit) lagi. Administrasi itu yang penting partai sudah melaporkan pengurusnya, cukup. Pekerjaannya enteng, dan budget berkurang, efisiensi,” kata anggota Komisi III DPR itu.

Menurutnya, putusan MK bukan hanya berdampak pada efisiensi anggaran namun juga menjadi penghargaan bagi parpol yang sudah lolos PT.

Sementara bagi parpol yang belum lolos PT, memang sudah seharusnya diperlakukan seperti partai baru. Tujuannya untuk menjadi pembelajaran agar ke depan lebih baik lagi.

“Itu namanya adil. Adil itu tidak harus sama, yang baru sama yang lama masa sama? Cara membuat adil itu ya seperti itu, memang harus beda, yang baru diperlakukan seperti itu supaya pintar,” pungkasnya./Red

Sholihul Abidin - SWARAKEPRI

Recent Posts

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

3 jam ago

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…

5 jam ago

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…

5 jam ago

Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…

5 jam ago

Kalender Event Jakarta yang Semakin Padat di Bulan Juli Mendorong Tren Liburan Akhir Pekan Berbasis Pengalaman

Jakarta, 3 Juli 2026 – Dari pameran kecantikan dan fesyen hingga acara hewan peliharaan dan hiburan,…

5 jam ago

Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara

Di bawah supervisi Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai penggerak…

6 jam ago

This website uses cookies.