BATAM – swarakepri.com : Komisi Pemilihan Umum Daerah(KPUD) Batam kembali menggelar rapat pleno rekapitulasi perolehan suara DPRD Batam dan DPRD Kepri Kecamatan Batam Kota untuk melakukan sinkronisasi data C1 yang ada di KPU, Panwaslu dan para saksi partai, malam tadi, Jumat(25/4/2014) sekitar pukul 20.30 WIB.
Dari pantauan SWARAKEPRI.COM, sebelum sinkronisasi dimulai, Ketua KPU Batam, Muhammad Syahdan memberikan kesempatan kepada saksi partai untuk menyampaikan pendapatnya terkait teknis sinkronisasi data C1 tersebut. Beberapa saksi partai kemudian sempat memberikan pendapat.
Setelah beberapa saksi menyampaikan pendapat, akhirnya disepakati bahwa data C1 yang paling banyak sama diantara data C1 yang dipegang KPU, Panwaslu dan Saksi partai lah yang akan digunakan.
Setelah ada kesepakatan mengenai teknis sinkronisasi data C1, kemudian disepakati kembali dilakukan sinkronisasi data C1 dari Kelurahan Belian, Batam Kota untuk DPRD Batam. Setelah DPRD Batam kemudian akan dilanjutkan dengan sinkronisasi data C1 untuk DPRD Kepri.
Hingga berita ini diunggah sekitar pukul 22.00 WIB malam ini(Jumat,red), sinkronisasi data C1 untuk seluruh TPS di Kelurahan Belian masih digelar. Sementara itu ratusan simpatisan partai dengan tertib masih setia bertahan disepanjang jalan yang ada di depan Kantor KPU Batam dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (redaksi)
Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya. Hal ini terlihat…
Deretan mobil premium, modifikasi berkelas, hingga atmosfer otomotif yang kental menjadi daya tarik dalam gelaran…
MoraRepublic membagikan visinya untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui sinergi MyRepublic Indonesia dan Moratelindo dalam…
Tanggal 22 Mei kembali diperingati sebagai Bitcoin Pizza Day. Tim FLOQ juga turun membagikan Bitcoin dan Pizza…
Kehadiran long weekend Idul Adha selalu membawa teka-teki gaya tersendiri: bagaimana kita bisa mengemas pakaian yang mampu…
BATAM - Direktorat Jenderal(Ditjen) Imigrasi masih melakukan penyelidikan kasus scam trading yang melibatkan 210 Warga…
This website uses cookies.