Categories: BATAM

Polemik Rempang, KERAMAT Ungkap Hasil Pertemuan dengan Kemenko Polhukam

BATAM – Kerabat Masyarakat Adat Tempatan (KERAMAT) mengaku telah bertemu dengan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan(Kemenko Polhukam). Dalam beberapa hari ke depan, nasib dan kejelasan warga dari 16 Kampung Tua di Rempang Galang akan segera mendapat titik temu.

Hal ini disampaikan Humas KERAMAT, Suardi kepada seluruh perwakilan masyarakat dari 16 titik Kampung Tua Rempang Galang yang berkumpul di halaman rumah Ketua KERAMAT, Gerisman Achmad sebelum pihak Polresta Barelang melakukan pemeriksaan TKP terkait kasus dugaan pengrusakan terumbu karang di pantai Melayu, Rempang Cate, Galang, Batam, Rabu 6 September 2023.

“Alhamdulillah, semalam kita juga kedatangan tamu dari Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) yang bertemu langsung dengan Ketum kita pak Gerisman. Hal ini tentu sedikit membahagiakan kita. Tinggal tunggu beberapa hari ke depan saja, karena memang mereka sudah oke. InsyaAllah tidak lama lagi perjuangan kita ini akan segera selesai,” ujarnya.

Dalam pertemuan perwakilan Kemenkopolhukam dengan Ketua KERAMAT salah satu poin utama yang dibicarakan yakni mengenai aspirasi masyarakat yang tidak mau direlokasi akibat dampak dari pengembangan proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco-City.

“Harapan pertama kampung kita ini tidak direlokasi. Untuk itu, bapak-bapak ibu-ibu dan saudara-saudara saya jangan kotori perjuangan ini dengan anarkis. Walaupun kita cikal bakal akan segera mendapatkan kesepakatan. Tapi, dalam beberapa hari ke depan, kemudian terjadi tindakan anarkis yang kita lakukan kemudian kita kembali lagi ke titik awal. Karena kita sudah lebih delapan bulan memperjuangkan ini baik itu lewat media, surat ke Presiden dan berdialog ke pihak-pihak terkait semuanya sudah mendengarkan suara kita. Tinggal sedikit lagi saja perjuangan kita. Saya harap kita bisa tetap menjaga kekompakan, kedamaian, dan rasa kecintaan kita terhadap kampung warisan leluhur kita ini,” tegasnya.

“Karena tanpa ada kekompakan, kita semuanya akan sirna. Jadi, kita berjuang hari ini bukan karena kita hebat, kita berjuang hari ini bukan karena kita besar. Tapi, kita berjuang hari ini karena zuriat keturunan kita itu yang memang mempunyai kampung di sini. Sehingga, banyak hamba-hamba Allah yang datang membantu kita. Padahal, tidak ada hebatnya pak Gerisman pada waktu itu, tidak ada hebatnya KERAMAT pada waktu itu tanpa dukungan saudara-saudara saya,” sambung Suardi.

Untuk itu, Suardi berpesan kepada perwakilan dari 16 kampung yang hadi pada saat itu untuk bersama-sama menjaga kampung, menjaga kerukunan, kenyamanan kampung masing-masing.

“Tentu kita sama-sama mengetahui hiruk-pikuk yang terjadi selama dua hari ke belakang dan kita berharap nanti pada mediasi yang ke depan ini, karena kita orang Melayu harus tetap menjunjung tinggi budaya dan tidak terpancing emosi. Bukan karena kita menang, tapi tujuan kita tercapai. Perjuangan kita yang panjang ini akan berakhir dalam waktu dekat karena kita sudah menjalin komunikasi dan koordinasi baik itu lewat telepon, maupun berhadapan langsung dengan perwakilan-perwakilan semua pihak terkait,” jelasnya.

Berbicara angin segar, kata Suardi, mudah-mudahan ini akan segera terlaksana dan mendapat persetujuan dan kesepakatan. Tentu keinginan atau aspirasi masyarakat sudah semuanya disampaikan oleh KERAMAT kepada pihak terkait.

“Hanya saja, saat ini kita sedang mencoba membedah kasus, persoalan Marwah negara yang memang harus kita junjung tinggi. Jadi, tentunya kami dari KERAMAT tidak mempunyai kekuatan apapun selain menyampaikan aspirasi masyarakat,” pungkasnya./Shafix

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

RevComm Tunjuk Hargunadi Soemantri sebagai Country Manager Indonesia

Jakarta, 14 Januari 2026 — RevComm Inc., perusahaan asal Jepang penyedia solusi AI Voice Analytics, MiiTel, resmi menunjuk Hargunadi…

1 jam ago

Menelusuri Tambang Pasir Darat Ilegal dan Cut and Fill di Batam (1)

BATAM - Penambangan pasir darat ilegal dan Cut and Fill(penggalian dan penimbunan untuk meratakan  permukaan…

1 jam ago

Tragedi KM Putri Sakinah: Gerak Cepat Polda NTT, Penanganan Tuntas dan Transparan

Kupang, NTT, 14 Januari 2026 – Tragedi tenggelamnya kapal wisata semi-phinisi KM Putri Sakinah di perairan…

9 jam ago

KA Pandanwangi Tembus 1,15 Juta Penumpang di 2025, Andalan Mobilitas Wisata Tapal Kuda

Jember, Januari 2026 – Kinerja layanan KA Pandanwangi relasi Jember – Ketapang PP terus menunjukkan…

13 jam ago

Ini Tanggapan Bittime Terkait Dampak Inflasi Amerika Serikat dan Kebijakan Tarif Trump Pekan Ini

Jakarta, 13 Januari 2026 - Pasar aset kripto saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang…

15 jam ago

Antisipasi Libur Isra Miraj 15–18 Januari, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 158 Ribu Tempat Duduk

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…

21 jam ago

This website uses cookies.