Categories: BATAM

Polisi Masih Lidik Kasus Dugaan Pengeroyokan di First Club Batam

BATAM – Aparat Kepolisian Polsek Lubuk Baja masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pengeroyokan di First Club yang dilaporkan DJ Stevane pada Sabtu 7 Juni 2025.

“Masih dalam proses penyelidikan,” kata Kanit Reskrim Iptu Noval Adimas Ardianto kepada SwaraKepri Ketika dikonfirmasi apakah benar ada terduga pelaku Warga Negara Asing(WNA) asal Vietnam yang sudah diamankan pihak Kepolisian.

Iptu Noval juga belum bersedia memberikan informasi lebih lanjut ketika dikonfirmasi terkait laporan korban(DJ Stevane) yang menyebut pelaku bekerja sebagai LC di First Club.

“Masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Meski demikian, Iptu Noval menyampaikan bahwa hasil penyelidikan kasus dugaan pengeroyokan ini nantinya akan di release. “Nanti kita akan release hasil lidik,”tegasnya.

Seperti diketahui, Stevane(25), seorang Disc Jockey(DJ) di First Club melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan ke Polsek Lubuk Baja, pada Sabtu 7 Juni 2025 dini hari.

Pengeroyokan terjadi di sofa VIP 17 18 First Club, pada Sabtu 7 Juni 2025, sekitar pukul 01.40 WIB. Pelaku diduga empat orang LC(Lady Companion) First Club Warga Negara Asing(WNA) asal Vietnam.

Saya dikeroyok sama LC Vietnam di First Club empat orang. Gara-gara selisih faham sebenarnya, masalah teman saya ikut terbawa-bawa,”ujarnya Stevane kepada wartawan usai membuat laporan di Polsek Lubuk Baja.

Direktur First Club, Lian Tasrin menyampaikan klarifikasi terkait dugaan pengeroyokan di First Club yang dilaporkan DJ Stevanie ke Polsek Lubuk Baja, Sabtu 7 Juni 2025.

Lian menegaskan bahwa para pengunjung yang terlibat dalam insiden tersebut bukanlah LC (Ladies Companion) maupun staf yang bekerja di klub, melainkan tamu reguler yang datang sebagai pengunjung umum.

“Kami menegaskan bahwa tidak ada LC WNA yang bekerja di First Club Batam. Seluruh LC kami adalah Warga Negara Indonesia yang telah memenuhi persyaratan sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya dalam siaran pers yang diterima SwaraKepri, Sabtu 7 Juni 2025 malam.

Sementara itu, Kasi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Batam, Kharisma Rukmana menegaskan pihaknya sedang melakukan pengecekan terhadap 3 orang WNA asal Vietnam yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan tersebut.

“Terkait (tiga WNA asal Vietnam) sebagai LC kami belum ada terima laporan. Saat ini teman-teman dari Intelkam sedang melakukan pengecekan, apakah ketiga WNA tersebut berkegiatan sebagai LC atau pengunjung?,”ujarnya./RD

 

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

STYLE GUIDE: The Black Edit – Mendefinisikan Ulang Seragam Minimalis Modern

Di tengah tren mode yang terus berubah, warna hitam selalu menjadi fondasi utama. Hitam bukan…

2 jam ago

Terapkan Standar Pelayanan Unggul, SUCOFINDO Raih Predikat Emas Kategori Surveyor di Indonesia Mining Services Awards 2026

PT SUCOFINDO (PERSERO) berhasil meraih Predikat Emas untuk Kategori Surveyor dalam ajang Indonesia Mining Services…

2 jam ago

Manajemen Integritas Aset Minyak dan Gas Berbasis Drone

Fasilitas minyak dan gas mencakup aset yang beragam, dari flare stack dan tangki penyimpanan hingga…

5 jam ago

Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Pengguna Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Rekonstruksi dan SFO di Ruas Tol Jakarta–Tangerang

Dalam rangka menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM)…

5 jam ago

YBM BRI Region 6 Gelar Syukuran HUT ke-25 Secara Sederhana dan Penuh Kebersamaan

Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT)…

6 jam ago

Permudah Akses Pembelian Hijab Paris Premium, Toko Resmi napocut Kini Hadir di Berbagai Kota Besar Indonesia

Jakarta, 28 Mei 2026 – Brand modest fashion lokal, napocut, secara resmi mengumumkan perluasan jaringan toko…

8 jam ago

This website uses cookies.