Polisi “Takut” Sita Mesin Gelper Hotel Mega

Razia Diduga hanya Pembohongan Publik

BATAM – swarakepri.com : Razia Gelanggang Permainan(Gelper) oleh jajaran Polresta Barelang di Komplek Bisnis Nagoya Blok 2 nomor 23-24 (Belakang Hotel Mega) Batam pada Kamis malam tanggal 10 September 2014 lalu hanya berujung dengan tindakan penyegelan dan mengamankan 13 orang karyawan dan pemain serta 1(satu) mesin sebagai barang bukti, sedangkan 70-an unit mesin lainnya tidak diamankan hingga hari ini, Sabtu(13/9/2014).

Hal ini sangat bertolak belakang dengan tindakan tegas yang dilakukan oleh jajaran Polda Kepri yang langsung mengamankan seluruh mesin(126 unit) dari lokasi penggerebekan di Gelper Hotel Gideon milik Yap Hao, padahal penggerebelan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hendra Suhartiono.

Tidak diamankannnya 70-an mesin dari lokasi gelper Hotel Mega mengundang sorotan miring dari masyarakat kota Batam terkait keseriusan aparat Kepolisian Polresta Barelang untuk memberangus praktek perjudian berkedok Gelper di Kota Batam. Padahal Kapolri, Jenderal Sutarman sudah terang-terangan memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Kepolisian yang ada di seluruh wilayah Indonesia untuk memberantas Penyakit Masyarakat(Pekat) termasuk Judi berkedok Gelper.

Hendri, warga Batam yang berdomisili di wilayah Nagoya mengaku sangat pesimis atas keseriusan Kepolisian untuk memberantas Judi Gelper yang saat ini semakin menjamur di wilayah Nagoya. Razia yang dilakukan Polisi terhadap beberapa lokasi Gelper menurutnya hanya pencitraan dan upaya pembohongan publik karena tidak ditindak lanjuti dengan tindakan hukum yang jelas.

“Paling juga sudah kongkalikong bang dengan Polisi, macam ngga tahu saja,” ujarnya kepada SWARAKEPRI.COM saat penggerebekan di lokasi gelper Hotel Mega.

Hal berbeda dikatakan salah seorang tukang ojek yang biasa mangkal disekitar lokasi Gelper Hotel Mega. Pria berbadan kurus ini mengaku Gelper yang baru beroperasi selama satu bulan tersebut berdampak positif karena penghasilannya menjadi bertambah.

“Pendapatan kami bertambah bang, tapi sekarang sudah digerebek dan dipasang garis polisi,” ujarnya pasrah.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hendra Suhartiyono ketika dikonfirmasi mengaku alasan dilakukannya penggerebekan di lokasi Gelper Hotel Mega karena ditemukan ada unsur judi setelah melalui proses pengintaian oleh petugas. ” Kita tidak asal menangkap, lebih kurang ada 80 mesin,” ujarnya saat memimpin penggerebekan Gelper Hotel Mega.

Hendra mengatakan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan adalah uang tunai Rp 28 juta. 13 orang pemain dan karyawan juga turut diamankan. “Ini merupakan komitmen kita untuk menekan perjudian di Batam agar tingkat kriminal menurun,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, Gelper yang berada di belakang Hotel Mega ini dikelola oleh Guru yang dimodali oleh pengusaha Batam bernama Johan Bebek dan A Eng(Grup i Hotel). Selain lokasi ini, ada sebanyak 16 titik lokasi Gelper yang dikelola oleh Guru dan grupnya yakni STC Mall Sekupang, Wartel Lama Sekupang, City Walk Nagoya (2 lakasi), Hotel Kundur Nagoya, Belakang BCA Jodoh, Hotel Travel Nagoya, Kantor Tabloid Street Muslim Nagoya, Cikitsu Batam Center, Ruko Taras Batam Center (2 lokasi), Ruko Sukajadi, Kepri Mall, BCA Fanindo Batu Aji, Ruko Tanjung Piayu, Ruko Punggur dan Ruko Windsor Nagoya.

Untuk mengamankan aktifitas 17 titik lokasi Gelper tak berizin yang dikelolanya, Guru diduga telah berkoordinasi dengan aparat Kepolisian Polda Kepri, Polresta Barelang dan Polsek-Polsek yang ada. Selain berkoordinasi dengan aparat Kepolisian, Guru juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam dan instansi terkait lainnya. (redaksi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmen penuh untuk mendukung penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Provinsi…

1 jam ago

Antusiasme Mudik Lebaran Terus Meningkat, 149.442 Tiket Keberangkatan 11–18 Maret dari Daop 1 Jakarta Telah Terjual

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam merencanakan…

2 jam ago

Rebranding KVB Indonesia: Langkah Strategis Menuju Masa Depan Trading Globa

Dalam industri finansial yang terus berkembang, perubahan bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga tentang…

2 jam ago

Perlindungan Perdagangan Proaktif Perkuat Keberlanjutan Bisnis Krakatau Steel di Tengah Banjir Baja Global

Jakarta, 4 Februari 2026. - Lonjakan kelebihan kapasitas baja dunia dan derasnya arus impor ke…

5 jam ago

Atlet ONIC Sport Raih Prestasi di Ajang Internasional WTT Youth Contender Cappadocia 2026

Atlet tenis meja muda Indonesia dari ONIC Sport, Muhammad Naufal Junindra, berhasil meraih peringkat ketiga…

5 jam ago

Pulihkan Irigasi, Kementerian PU Sukses Uji Coba Pengaliran Air Daerah Irigasi Jambo Aye di Provinsi Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi pemulihan infrastruktur sumber daya air (SDA) pascabencana hidrometeorologi di…

5 jam ago

This website uses cookies.