Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa Batam sebagai kawasan ekonomi khusus harus mengacu pada business friendly orientation sehingga Batam dapat menawarkan solusi agar logistik di Tanah Air khususnya Batam lebih efisien.
“Batam harus bisa menjadi kawasan ekonomi khusus yang kita harapkan dan peranannya harus bisnis friendly, kepada dunia usaha tidak boleh ada jarak dan kita harus lebih bersifat melayani karena dengan demikian maka kita berkompetisi dengan negara-negara tetangga yang lain kita membutuhkan Batam untuk, diujung tombak sebab pertumbuhan ekonomi kita melalui Batam itu tidak boleh turun lagi jadi kita titip betul kepada seluruh jajaran BP Batam ini bisa lebih meningkatkan lagi kinerjanya,” ujarnya saat melihat stand BP Batam, Jumat(3/3).

Kunjungan Mahasiswa dan Dosen dari Swiss – German University di stand BP Batam (foto : Humas BP Batam)
Indonesia yang merupakan salah satu logistik hub terpenting didunia sekaligus merupakan pusat pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara menjadi pusat digelarnya Pameran CeMAT (Central Material Handling and Automotion) Southeast ASIA 2017.
