Aksi Damai di depan Kantor BP Batam
BATAM – Puluhan massa yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Peduli Batam(GMPB) melakukan aksi damai di depan Kantor Badan Pengusahaan(BP Batam), Senin(8/8/2016) pagi. Mereka meminta Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) dihapuskan.
“Kami harap ketua BP dan Deputi memperhatikan dan memahami gerakan masyarakat, agar lebih peduli kepada masyarakat dan pelaku usaha,” ujar pengunjuk rasa.
Dalam orasinya, pengunjuk rasa juga meminta BP Batam segera menyelesaikan tumpang tindih lahan yang ada di
Batam, dan segera merelokasi rumah liar yang telah dialokasikan kepada pengusaha agar investasi tetap kondusif dan menarik bagi investor.
“Kami meminta BP Batam berhati-hati memberikan statemen kepada publik agar tidak menimbulkan kegaduhan dan konfilk antara pengusaha dan masyarakat,” ujar orator dari atas mobil komando.
Mereka juga meminta BP Batam tidak menghentikan pelayanan apapun termasuk administrasi karena sangat mengganggu dunia usaha dan masyarakat dalam hal legalitas lahan di BP Batam
“Kami minta BP Batam mengganti pejabat yang tidak mampu dan berkompeten dalam pengalokasian lahan dan kavling,” kata pengunjuk rasa.
Seusai menyampaikan beberapa tuntutan dalam orasinya, perwakilan massa bertemu dengan Humas BP Batam untuk menyampaikan aspirasinya.
Pantauan lapangan, aksi damai puluhan massa tersebut tampak di jaga oleh aparat Kepolisian Polsek Batam Kota dan Ditpam BP Batam.
(RED/RON)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam merencanakan…
Dalam industri finansial yang terus berkembang, perubahan bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga tentang…
Jakarta, 4 Februari 2026. - Lonjakan kelebihan kapasitas baja dunia dan derasnya arus impor ke…
Atlet tenis meja muda Indonesia dari ONIC Sport, Muhammad Naufal Junindra, berhasil meraih peringkat ketiga…
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi pemulihan infrastruktur sumber daya air (SDA) pascabencana hidrometeorologi di…
Jakarta, 4 Februari 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyambut baik penerbitan Peraturan…
This website uses cookies.