Selain itu, Solihul juga mendorong kepada instansi Bea dan Cukai Batam untuk bisa lebih pro aktif lagi untuk mensosialisasikan kepada masyarakat atau menggandeng masyarakat untuk memerangi peredaran rokok ilegal di Batam yang mana kuota rokok untuk daerah Free Trade Zone (FTZ) sudah tidak berlaku lagi yang mana artinya Batam sudah sama dengan wilayah pabean lainnya di Indonesia.
“Harusnya Bea dan Cukai Batam itu lebih kreatif lagi untuk menekan peredaran rokok ilegal di Batam yang mana sampai sekarang masih marak beredar di Batam salah satunya itu ya menggandeng masyarakat atau tokoh-tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan mengenai bahaya rokok ilegal bagi kesehatan atau hukuman yang didapatkan jika mengedarkan rokok ilegal di wilayah pabean,” bebernya./Shafix(12)
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Serikat Pekerja BRI (SP BRI), SP BRI Region…
Pertamina melalui Pertamina Foundation berkomitmen mendukung pemerintah dalam menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat melalui hilirisasi…
Dalam situasi tekanan terhadap daya beli masyarakat dan persaingan yang semakin ketat di industri otomotif…
Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif seiring meningkatnya dukungan dari…
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan RSUD KH. Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat,…
Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang tetap tinggi, mobil bekas semakin menjadi pilihan…
This website uses cookies.
View Comments