BATAM – Roslina, terdakwa kasus dugaan penganiyaan terhadap Asisten Rumah Tangga(ART) di Batam menyampaikan permohonan maaf kepada Intan(korban) dan keluarga.
“Pertama-tama saya ingin menyampaikan permohonan maaf sekali lagi yang sebesar-besarnya serta pengampunan terutama kepada Intan beserta keluarga besarnya. Tidak ada kata-kata lain yang dapat saya sampaikan selain permohonan maaf dan penyesalan mendalam atas apa yang telah terjadi kepada Intan,”ujarnya saat menyampaikan Pledoi(Nota Pembelaan) pribadi pada persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis 4 Desember 2025.
Roslina juga meminta maaf kepada orang tua dan anaknya Michelle. “Saya juga mohon maaf kepada orang tua saya beserta keluarga. Tak lupa pula mami mohon maaf kepada anakku Michelle, karena telah membuat Ananda bersedih. Maafkan mami atas peristiwa yang terjadi ini,”ujarnya lirih.
“Saya juga sampaikan permohonan maaf kepada Jaksa Penuntut Umum, penyidik dalam perkara ini, serta segenap warga Kota Batam, yang mana akibat kegaduhan peristiwa ini,”ucapnya.
Ia menjelaskan peristiwa tersebut bermula dari kebutuhannya akan adanya Asisten Rumah Tangga yang dapat membantu mengerjakan tugas-tugas rumah.
“Saya minta tolong pada Ibu Regina dan Bapak Yulius untuk mencarikan asisten rumah tangga. Beberapa saat kemudian,Ibu Regina dan Bapak Yulius mengantarkan Intanke rumah saya guna membantu tugas-tugas rumah, seperti merawat anjing-anjing peliharaan dan membersihkan rumah,”ujarnya.
“Tidak lama berselang, Ibu Regina dan Bapak Yulius juga mengantarkan Merlin ke rumah saya. Rupanya Intan dan Merlin masih memiliki hubungan saudara, keduanya sama-sama baru lulus sekolah, dan belum memiliki pengalaman apa-apa,”lanjut Roslina.
Kata dia, setelah beberapa bulan bekerja, ia melihat bahwa pekerjaan dan tugas-tugas yang diberikan kepada keduanya kurang memuaskan. Ditambah lagi keduanya sering ribut-ribut dan bertengkar dalam menyelesaikan tugas-tugas rumah. Dan ia sering melihat Merlin memukuli Intan.
“Suasana rumah yang selalu ribut demikian terkadang membuat saya emosi dan marah-marah, dan terkadang saya sempat melontarkan kata-kata kasar kepada keduanya. Bahkan saking kesalnya, saya pernah menjambak rambut Intan,”terangnya.
Ia mengaku sering mengingatkan keduanya agar tidak selalu ribut, karena hal itu membuat dia pusing. “Namun nasehat itu seperti angin lalu. Keduanya masih saja sering ribut-ribut dan bertengkar,”jelasnya.
Menurutnya, situasi yang demikian sudah disampaikan secara terus-terang kepada Ibu Regina dan Bapak Yulius, yang telah mengantarkan keduanya bekerja, serta mecari jalan keluar yang terbaik.
“Bahkan Ibu Regina datang beberapa kali melihat kondisi kedua keponakannya di rumah saya dan meminta mereka bekerja dengan baik,”lanjutnya.
Page: 1 2
Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti aula BINUS SCHOOL Bekasi saat merayakan kelulusan tahun ajaran 2025/2026 pada…
BATAM - Juliansoh Saragih, salah satu korban dari komplotan pemalsu sertipikat tanah memberikan kesaksian mengejutkan…
PT Akulaku Finance Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang…
Menyambut musim liburan sekolah yang menjadi puncak aktivitas keluarga sekaligus periode back to school, Mall…
BATAM - Kasus pemalsuan sertipikat lahan di Batam dengan tiga terdakwa yakni Robi Abdi Zeelani,…
Jakarta — Beli MyRepublic Air paket Air100 Keluarga dan Air100 Prima akan mendapatkan akses menonton…
This website uses cookies.
View Comments