BATAM – www.swarakepri.com : Peristiwa kebakaran yang menghanguskan bangunan tiga lantai Gerai Telkomsel di Nagoya Hill Batam siang tadi, Sabtu (27/4/2013) menelan satu korban jiwa. Diketahui korban yang bernama Sunman (32) kelahiran selat panjang 20 Agustus 1981 meninggal dunia di akibatkan kehabisan oksigen.
Saat ditemukan tewas oleh petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 14.15 WIB, kondisi badan sudah melepuh akibat dari panasnya api yang ada di lantai tiga. Korban sendiri saat kebakaran terjadi berada dilantai dua. Karena kobaran api sudah membesar dilantai dua ia kemudian naik ke lantai tiga. Namun justru setelah naik ke lantai tiga inilah, korban terjebak kobaran api yang sudah makin besar sehingga korban terjebak dan kehabisan oksigen.
Jenazah Sunman yang belakangan diketahui adalah seorang teknisi sekitar pukul 16.36 WIB kemudian dibawa Rumah Sakit BP Batam di Sekupang untuk dilakukan otopsi. Dari keterangan yang diperoleh dari pihak Rumah Sakit korban tiba di RSBP sekitar pukul 17.45 sore.
Menurut hasil visum, korban mati karena banyak menghirup asap. “Karena terjebak dalam kobaran api, korban banyak menghisap asap Mas, Ujar petugas RSBP yang tidak bersedia disebutkkan namanya.
Dikatakannya bahwa pada badan korban ditemukan luka bakar di sekujur tubuh. Namun tidak melepuh pada keseluruhan badan. ”Korban didapati luka bakar saja Mas, namun tidak semua badannya melepuh,” tandasnya.(kelana)
BATAM - Sidang kasus liquid vape narkotika terdakwa oknum petugas Imigrasi Batam Aryahguna Penan pada…
Tesla kembali menjadi sorotan pasar setelah resmi menaikkan harga kendaraan listrik Model Y di Amerika…
Tiga atlet tenis junior binaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV…
Kartu kredit masih jadi salah satu alat pembayaran yang cukup sering digunakan, terutama untuk kebutuhan…
BPI Danantara dan Hisense Group Holding menandatangani Nota Kesepahaman untuk menjajaki kerja sama luas di…
Kondisi ekonomi nasional saat ini sedang menghadapi tantangan besar seiring dengan nilai tukar rupiah yang…
This website uses cookies.