Categories: HUKUM

Tangis Raden Novy Pecah Usai Divonis 15 Tahun Penjara

BATAM – Raden Novy Prawira, salah satu dari dua terdakwa kasus sabu seberat 26,6 Kg sabu di balik lukisan Bunda Maria tampak tegar selama menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (8/8) malam.

Tamatan sekolah tinggi jurusan teknik penerbangan ini akhirnya divonis Majelis Hakim selama 15 tahun denda 1 miliar dan subsidair 6 bulan kurungan atau lebih ringan 5 tahun dari tuntutan JPU selama 20 tahun denda 1 miliar dan subsidair 6 bulan kurungan.

Tangis Raden Novy pecah saat meminta keringanan hukum di hadapan Majelis Hakim dan JPU serta penasehat hukumnya.

“Saya mohon keringanan hukum yang Mulia, saya ini tulang punggung keluarga, dan anak saya yang paling kecil masih berumur 2 bulan,” kata Raden Novy sambil sesunggukan.

Meski menyatakan menerima vonis Majelis Hakim, tangis Raden Novy malah semakin meninggi setelah Ketua Majelis Hakim Endi Nurindra Putra mengetuk palu tanda sidang selesai.

Tampak penasehat hukumnya membujuk supaya dia berhenti menangis, namun dia tidak bisa menahan tangisnya hingga ke mobil tahanan.

Baca Juga : Dua Terdakwa Kasus 26,6 Kg Sabu Dituntut Berbeda, Tony Lee Hukuman Mati dan Raden Novy 20 Tahun

Sebelumnya dalam pledoi yang dibacakan oleh penasehat hukumnya, Raden Novy mengaku telah dijebak Hung Cheng Ning.

Dia pun meminta Majelis Hakim menjatuhkan hukuman seringan-ringannya atas kasus yang menimpanya.

Menurut pengakuan pamannya beberapa waktu lalu, Raden Novy sebelumnya pernah bekerja di Bandara Soekarno Hatta sebagai teknisi pesawat terbang, namun setelah habis masa kontraknya dia terpaksa banting setir sebagai jasa penukaran uang mata asing yang dimodali oleh orang lain.

 

 

Penulis : Roni Rumahorbo

Editor   : Rudiarjo Pangaribuan

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Kirim 5 Perwakilan CreatorHub, BRI Region 6 Semarakkan Bincang Santai Antar Region

BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…

3 jam ago

Eksepsi Ditolak, Sidang Perkara Dju Seng Lanjut ke Pembuktian

BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…

4 jam ago

Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz, Bittime Soroti Dampaknya terhadap USDT/IDR

Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…

7 jam ago

Tangkap Tren Renovasi Hunian, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Masyarakat yang Fleksibel

Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…

7 jam ago

Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia

MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…

8 jam ago

MiiTel Meetings Kini Dilengkapi Fitur Real-Time Talk Assistant

Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…

8 jam ago

This website uses cookies.