Rapat Tim Anggaran Pemko dan Banggar DPRD Batam/rudi
Pemkot dan DPRD Batam belum Miliki Data Pasti Jumlah Pekerja Asing
BATAM – swarakepri.com : Target pendapatan asli daerah(PAD) Kota Batam dari hasil retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing(IMTA) untuk APBD-P tahun 2015 merosot drastis.
Jika sebelumnya pada APBD Murni 2015 ditargetkan sebesar Rp 45 miliar, untuk APBD-P 2015 target retribusi IMTA diturunkan menjadi Rp 35 miliar saat pembahasan tim anggaran Pemko dan Banggar DPRD Batam.
Ketua Komisi IV DPRD Batam, Riki Indrakari mengaku penurunan target tersebut dilakukan karena data tenaga kerja asing di Batam belum diketahui pasti.
“Bagi kita lebih baik yang realistis sambil nanti kita coba melakukan validasi jumlah tenaga kerja asing di Batam,” ujar Riki, Sabtu(12/9/2015) dini hari seusai mengikuti rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan atas KUPA dan PPAS perubahan APBD tahun anggaran 2015.
Ia mengatakan bahwa hingga saat ini pemkot dan DPRD Batam belum data yang pasti jumlah tenaga kerja asing. “Kita akan ambil data dari Kementerian untuk dijadikan data base terpadu ketenakerjaan di Batam,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya tim anggaran Pemerintah Daerah(TAPD) dibuat kebingunan oleh tim banggar DPRD Batam karena Kebijakan Umum Anggaran(KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara(PPAS) yang diajukan bertambah sebesar Rp 16.496.601.292 setelah melalui pembahasan di Komisi-komisi.
Adanya penambahan anggaran sebesar Rp 16 miliar lebih tersebut sempat mengakibatkan perdebatan panas saat Tim Anggaran Pemko dan Banggar DPRD Batam melakukan pembahasan di ruang serbaguna, Jumat malam(11/9/2015) sekitar pukul 22.00 WIB.
Salah satu perdebatan sengit terjadi ketika anggaran sebesar Rp 3 milyar untuk program Sembako murah dari Komisi II nyaris di hilangkan oleh Tim Banggar DPRD.
Selain itu perdebatam selanjutnya adalah adanya defisit anggaran sebesar Rp 2, 8 Miliar meskipun tim anggaran Pemko Batam telah melakukan rasionalisasi sejumlah program yang bisa kembali di pangkas, agar bisa menutupi defisit. (red/rudi)
BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…
BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…
Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…
Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…
MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…
Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…
This website uses cookies.