Categories: BATAM

Terbukti Bersalah, Gordon Silalahi Divonis 3 Bulan Penjara

BATAM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis 3 bulan penjara kepada terdakwa Gordon Hassler Silalahi terkait perkara dugaan penipuan atau penggelapan pada persidangan yang digelar Rabu 22 Oktober 2025 siang.

“Mengadili: Menyatakan terdakwa Gordon Hassler Silalahi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dalam dakwaan pertama Jaksa Penuntut Umum(Pasal 378),”kata Ketua Majelis Hakim Vabiannes Stuart Wattimena didampingi Yuanne Marietta dan Rinaldi sebagai Hakim Anggota saat membacakan putusan.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 bulan. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan sepenuhunya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan,”lanjut Wattimena.

Setelah membacakan putusan, Ketua Majelis Hakim menjelaskan kepada terdakwa Hak untuk menerima atau pikir-pikir atau melakukan upaya hukum atas putusan tersebut.

“Atas putusan ini saudara mempunyai hak, terima atau pikir-pikir atau melakukan upaya hukum. Silahkan saudara berkonsultasi dengan penasehat hukum,”kata Wattimena.

Setelah berkonsultasi dengan Penasehat Hukumnya, terdakwa Gordon menyatakan pikir-pikir atas putusan Majelis Hakim tersebut. “Saya menyampaikan sendiri Yang Mulia. Saya pikir-pikir,”kata terdakwa Gordon.

Jaksa Penuntut Umum(JPU), Abdullah juga menyatakan pikir-pikir atas putusan Majelis Hakim tersebut. “Sidang terdakwa Gordon Hassler Silalahi dinyatakan selesai dan ditutup,”kata Ketua Majelis Hakim sambil mengetuk palu sidang.

Pada sidang sebelumnya pada Senin 20 Oktober 2025 dengan agenda mendengarkan Replik(Tanggapan JPU atas Nota Pembelaan Penasehat Hukum), JPU Susanto Martua menegaskan bahwa Jaksa Penuntut Umum(JPU) menolan secara tegas apa yang diuraikan Penasehat Hukum terdakwa dalam nota pembelaan(pledoi).

“Dalam fakta persidangan sudah sangat jelas permintaan uang oleh terdakwa sebesar Rp20 Juta bukan permintaan uang atas upah terdakwa melainkan terdakwa meminta uang yang mengatasnamakan Pejabat BP Batam dan berdalih uang tersebut sebagai uang pelican agar proses pemasangan jaringan air akan cepat dilakukan, dan pada kenyataannya uang yang dikirim ke rekening terdakwa dipergunakan oleh terdakwa, dan pihak BP Batam tidak pernah ada meminta uang dan menjanjikan apapun kepada terdakwa,”jelas Susanto Martua didampingi Abdullah.

Page: 1 2 3

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Kinerja Stabil, Metland Perluas Ekspansi di Sulawesi Utara

PT Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…

4 jam ago

Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat…

5 jam ago

Publik Mulai Sorot Perusahaan Asal Tiongkok di Batam, Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan

BATAM – Sebuah perusahaan manufaktur asal Tiongkok tengah menjadi sorotan publik akibat pemberlakuan jam kerja…

5 jam ago

SUCOFINDO Tebar Semangat Berbagi melalui Penyembelihan Kurban Serentak di Seluruh Indonesia

Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara…

5 jam ago

Pererat Kebersamaan, Manajemen BRI Region 6 Gelar Jogging Bersama di Kawasan TMII

Dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpekerja, manajemen BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar kegiatan…

5 jam ago

Bapenda Sebut Cut and Fill PT. KBM di Kawasan Jembatan 1 Barelang Sudah Lunas Pajak MBLB

BATAM - Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah menegaskan bahwa PT Kerabat Budi…

6 jam ago

This website uses cookies.