Sebelumnya, kata dia, beberapa waktu yang lalu memang sempat ada salah satu perwakilan perusahaan yang menjumpai dirinya untuk berunding terkait masalah tersebut.
Hanya saja, kata dia, dari total tuntutan yang disampaikan pihaknya perusahaan tidak mampu menyanggupinya dan mampu memberi seperempat dari total tuntutan.
“Waktu itu saya bilang sama mereka, anda pikir kami ini anak-anak? Kalau total segini (Nilai nominal yang ditawarkan) untuk beli gula-gula (Permen) saja tak cukup ini 4 Kampung loh yang terdampak. Saya pulangkan uangnya dan saya langsung balik kanan pulang,” ujar Suryadi yang kesal akan sikap perusahaan.
Menurutnya, semenjak pembangunan wilayah Kota yang semakin pesat pihaknya merasa Pemerintah Kota Batam selalu lebih pro kepada pengusaha dari pada masyarakat pesisir seperti dirinya.
“Kami ini selalu dianggap terpinggir, suara kami ini tidak didengarkan. Padahal kami ini masyarakat kami juga butuh hidup sama seperti pengusaha yang butuh hidup. Jangan lah terlalu sepele sama kami. Kalau mereka sanggup kasih kami uang yang mereka tawarkan itu. Saya berani jamin 2 atau 3 kali lipatnya saya kasih langsung ke pihak perusahaan itu,” tegasnya.
Menurutnya, masalah ini bukanlah masalah nilai nominal saja yang dituntut oleh masyarakat nelayan dari 4 Kampung tersebut.
Akan tetapi, adalah masalah keberlangsungan hidup mereka semenjak adanya aktivitas reklamasi ini hingga puluhan tahun ke depan pasca reklamasi ini selesai.
“Jadi efeknya pengerjaan ini bukan sebentar saja bapak tapi ini jangka panjang. Jangan sampai anak cucu kami nanti tidak tahu lagi cara melaut bagaimana karena sudah tidak ada lagi tempat untuk mencari ikan di Batam ini. Untuk itu saya mohon masalah ini betul-betul sangat diperhatikan dan ditindak dengan serius,” pungkasnya./ABI
BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 sebagai bentuk…
BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…
JAKARTA - PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola dan kepastian hukum…
Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…
Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…
MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…
This website uses cookies.