Categories: KEPRI

Tim WFQR Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Slop Rokok FTZ

BATAM – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Batam berhasil menangkap sebuah speed boat tanpa nama bermesin 200 PK 3 buah, pembawa 10.000 slop rokok tanpa cukai di perairan Tanjung Cakang, Pulau Galang, Senin (3/4), pada pukul 23.00 WIB.

Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan tim WFQR IV Lanal Batam, speed boat tanpa nama dengan ABK 3 orang dan tujuan Tanjung Dato Pulau Kijang, mengangkut rokok tanpa cukai milik  “H” yang beralamat di Batam.

“Dugaan pelanggaran antara lain tidak ada SPB, tidak ada dokumen kapal dan tidak ada dokumen muatan dengan modus operandi patut diduga rokok tersebut berasal dari Batam/FTZ yang akan diselundupkan lewat laut secara ilegal (tanpa cukai) ke Pulau Kijang dan akan dilanjutkan di bawa ke wilayah lainnya,” ujar S. Irawan sesuai dengan rilis yang diterima swarakepri.com.

Irawan menjelaskan, modus yang digunakan oleh para penyelundup ini memasukkan barang-barang tersebut ke dalam speed boat pada malam hari untuk menghindari petugas dan bergerak secara sembunyi-sembunyi.

“Mereka bergerak cepat dengan berkoordinasi menggunakan alat komunikasi Hp dengan orang-orang mereka yang sudah menunggu di pelabuhan tertentu, bila aman mereka akan masuk,” jelas Irawan.

Untuk saat ini barang bukti speed boat dan rokok diserahkan ke Patkamla Kal Nipa dan dikawal menuju dermaga Mako Lanal Batam guna penyelidikan lebih lanjut, dari kalkulasi sementara potensi kerugian Negara diperkirakan mencapai 1 Milyar rupiah.

Danlantamal juga mengintruksikan kepada seluruh jajarannya agar terus meningkatkan pengawasan terutama jalur-jalur pelabuhan tikus yang ada di seluruh wilayah kerja Lantamal IV agar upaya-upaya penyeludupan dapat ditekan.

“Walaupun TNI AL memiliki keterbatasan sarana, namun hal itu bukan penghalang bagi WFQR IV untuk melaksanakan tugas karena kita mempunyai pola operasi yang seluruh wilayah Kepri sudah kita petakan titik-titik mana yang mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi,” ujarnya.

Untuk itu Danlantamal IV terus berkoordinasi dengan aparat yang mempunyai kewenangan di laut, untuk bersama-sama memberantas kegiatan illegal seperti penyeludupan rokok, dan meminta untuk terus mengintensifkan koordinasi yang mantap agar stigma negatif tentang wilayah kepri sarang penyeludupan tidak ada lagi.

Selain itu permasalahan rokok illegal tanpa cukai sangat mengemuka dan meresahkan masyarakat kepulauan Riau, bahkan beberapa waktu lalu Komisi II DPR Kepri turun langsung sidak kelapangan dan menemukan rokok-rokok berbagai merk tanpa cukai beredar di pasaran, hal ini membuat wakil rakyat sangat berang kenapa permasalahan ini bisa terjadi.

 
Dispen Lantamal IV

Editor : Roni Rumahorbo

Roni Rumahorbo

Recent Posts

Lebih dari Sekadar Jual-Beli Alat Tulis, Tokojadi Buka Ruang Promosi Gratis Bagi Pelanggan

Melanjutkan semangat tahun akselerasi yang didasari nilai integritas, Tokojadi kembali meluncurkan inisiatif baru yang berfokus…

1 jam ago

RevComm Tunjuk Hargunadi Soemantri sebagai Country Manager Indonesia

Jakarta, 14 Januari 2026 — RevComm Inc., perusahaan asal Jepang penyedia solusi AI Voice Analytics, MiiTel, resmi menunjuk Hargunadi…

3 jam ago

Menelusuri Tambang Pasir Darat Ilegal dan Cut and Fill di Batam (1)

BATAM - Penambangan pasir darat ilegal dan Cut and Fill(penggalian dan penimbunan untuk meratakan  permukaan…

3 jam ago

Tragedi KM Putri Sakinah: Gerak Cepat Polda NTT, Penanganan Tuntas dan Transparan

Kupang, NTT, 14 Januari 2026 – Tragedi tenggelamnya kapal wisata semi-phinisi KM Putri Sakinah di perairan…

11 jam ago

KA Pandanwangi Tembus 1,15 Juta Penumpang di 2025, Andalan Mobilitas Wisata Tapal Kuda

Jember, Januari 2026 – Kinerja layanan KA Pandanwangi relasi Jember – Ketapang PP terus menunjukkan…

16 jam ago

Ini Tanggapan Bittime Terkait Dampak Inflasi Amerika Serikat dan Kebijakan Tarif Trump Pekan Ini

Jakarta, 13 Januari 2026 - Pasar aset kripto saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang…

17 jam ago

This website uses cookies.