JAKARTA-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan telah melakukan proses take down terhadap konten-konten iklan rokok di internet. Hal ini sebagai tindak lanjut atas permintaan Menteri Kesehatan terkait pemblokiran iklan rokok di internet.
Surat Menteri Kesehatan Menteri Kominfo perihal Pemblokiran Iklan Rokok di Internet diterima oleh Kekominfo pada Kamis (13/6/2019) pukul 13.30 WIB.
“Segera setelah menerima surat dimaksud, Menteri Kominfo Rudiantara langsung memberikan arahan kepada Ditjen Aplikasi Informatika untuk melakukan crawling atau pengaisan terhadap konten iklan rokok di internet,” demikian pernyataan resmi Kemkominfo yang dikutip, Jumat (14/6/2019).
Hasilnya tim AIS Kemkominfo menemukan sebanyak 114 kanal di platform Facebook, Instagram, dan YouTube yang jelas melanggar UU 36/2009 tentang Kesehatan Pasal 46, ayat (3) butir c tentang promosi rokok yang memperagakan wujud rokok.
“Menkominfo Rudiantara juga sudah menelpon Menteri Kesehatan sebagai regulator kesehatan untuk menggelar rapat koordinasi teknis secepatnya, membahas kemungkinan pelanggaran atas pasal-pasal lainnya, karena regulator (Kemenkes) yang bisa menginterpretasikan legislasi/regulasi dengan lebih baik,” bunyi keterangan itu lebih lanjut.
Artikel ini disadur dari https://m.bisnis.com/kabar24/read/20190614/15/933745/kemkominfo-mulai-blokir-144-iklan-rokok-di-internet
Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…
Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…
Jakarta, 3 Juli 2026 – Dari pameran kecantikan dan fesyen hingga acara hewan peliharaan dan hiburan,…
Di bawah supervisi Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai penggerak…
Dana darurat sebaiknya mudah diakses saat dibutuhkan. Sayangnya, masih banyak orang yang fokus mengumpulkan dana…
This website uses cookies.