Categories: DUNIANASIONAL

Total 929 WNI yang Dievakuasi dari Sudan Telah Tiba di Tanah Air

Yan Yan, yang menjadi peserta rombongan pertama pulang ke Indonesia pada 28 April, telah bermukim di Sudan sejak 2013 dalam rangka studi, mengaku trauma atas kejadian yang dialaminya mengingat saat itu telah memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan.

“Saat itu, aktivitas masyarakat di Sudan fokus beribadah ke masjid untuk berburu lailatul qadar (Malam Kemulian),” kata Yan Yan, yang tinggal di Sudan bersama istri dan dua anaknya.

Ketika hari pertama perang pada tanggal 15 April 2023, Yan Yan sedang bekerja di KBRI di Sudan sebagai penerima tamu dan keamanan, namun tepat jam 9 pagi waktu setempat, dirinya mulai mendengar bunyi tembakan.

“Saat itu, istri menangis ketakutan karena lokasi ledakan dan rentetan tembakan senjata berada tidak jauh dari tempat mereka tinggal di Ibu Kota Sudan Khartoum,” kata Yan Yan.

“Jadi sangat mencekam sekali pada hari pertama,” ujar dia.

Perang juga membuat Yan Yan kesulitan mencari keperluan makan dan logistik bagi keluarganya, sebab pasar dan supermarket di Khartoum tutup akibat konflik.

Beruntung dia masih menemukan sebuah warung yang menjual kebutuhan logistik, meski hanya melayani pembeli satu hingga dua jam saja.

“Warungnya pun tertutup, kita datang ke warung itu harus ketuk-ketuk, gak seperti biasanya. Orang yang masuk dibatasi, yang lainnya menunggu di luar atau pulang dulu nunggu kosong,” jelas dia.

Mengingat konflik yang terus meluas, Yan Yan beserta keluarga memutuskan meninggalkan Khartoum menuju Jeddah, Arab Saudi, melalui proses evakuasi yang dilakukan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

“Tanggal 23 April kami berangkat dari Khartoum, muatan satu busnya sekitar 55 orang, tapi akhirnya ditambah menjadi 65 orang. Sebagian ada yang duduk di tengah,” ujar Yan Yan.

Setelah melalui perjalanan panjang, Yan Yan bersama keluarganya akhirnya merapat di Port Sudan, untuk menyeberang dengan kapal laut menuju Jeddah.

“Kami check in di kapal milik Saudi yang kapasitasnya sekitar 1.600 orang, berbagai negara ada. Total perjalanan mencapai 31 jam,” ujar Yan Yan.

Setelah sampai Jeddah, Yan Yan langsung bergegas untuk menginap di kota itu dan mendapatkan hotel selama sehari semalam. Keesokan harinya dia bersama rombongan diberangkatkan melalui kloter pertama dengan pesawat Garuda yang total menampung 385 WNI.

“Kami akhirnya tiba di Jakarta lalu diberangkatkan ke Asrama Haji Pondok Gede, Jawa Barat untuk istirahat. Proses perjalanan yang panjang, total lima hari dari Khartoum hingga kami berhasil bisa tiba di Jakarta,” ucap dia.

PBB mencatat lebih dari 500 orang tewas dan setidaknya 5000-an orang luka-luka sejak pertempuran pecah pada 15 April 2023 antara dua jenderal militer yaitu Jenderal Abdel Fattah Al Burhan yang memimpin pasukan angkatan darat Sudan (SAF) dan Jenderal Hamdan Dagalo yang memimpin paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Kedua jenderal tersebut telah terlibat konflik perebutan kekuasaan selama bertahun-tahun.

Ini bukan pertama kalinya Indonesia mengevakuai warganya dari Sudan. Sebelumnya, pada 2003, saat perang saudara serupa meletus, Indonesia juga menjemput warganya yang terjebak dalam konflik di negara Afrika itu./BenarNews

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Ruas Batang–Semarang Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Tengah

Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah…

2 hari ago

Kementerian PU Tambah 57 Titik Sumur Bor Pasokan Air Bersih Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus…

2 hari ago

Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat

Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan…

2 hari ago

Selama Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Daop 2 Bandung Amankan 273 Barang Tertinggal Pelanggan

Bandung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat keberhasilan dalam menjaga…

2 hari ago

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa BINUS Cyber Security Sukses di Black Hat Europe 2025

Tahun 2025 menjadi titik penting dalam perjalanan Program Cyber Security BINUS University di ranah keamanan…

2 hari ago

Pensiun Dini di Usia Berapa dan Bagaimana Persiapannya?

Pensiun dini sering terdengar seperti mimpi besar. Bayangannya hidup lebih santai, waktu lebih fleksibel, dan…

2 hari ago

This website uses cookies.