Video Dugaan Penganiayaan Beredar, Ini Penjelasan Billy | SWARAKEPRI.COM
Karimun

Video Dugaan Penganiayaan Beredar, Ini Penjelasan Billy

Billy, Kakak Ipar Arfen bersama Ayah Kandung Arfen, Kakak Sepupu Arfen, dan Arfen saat menggelar Konfrensi Pers, Rabu (14/8/2019) sore di Hotel Holiday di Tanjung Balai Karimun. (Foto/Istimewah)

KARIMUN – Terkait beredarnya video CCTV (Closed Circuit Television) dugaan penganiayaan yang ditudingkan kepada salah satu pengusaha Hotel di Karimun, Billy (30) di Klenteng Cetiya Aria Deva Baran Kecamatan Meral Tanjung Balai Karimun, Billy angkat bicara. Sanggahan tudingan itu, disampaiakan Billy saat menggelar Konfrensi Pers, Rabu (14/8/2019) sore di Hotel Holiday di Tanjung Balai Karimun.

Tudingan yang ditujukan kepada dirinya berdasarkan video yang terekam dalam CCTV klenteng dan melalui pemberitaan disalah satu media online, dinilai terkesan hanya sepihak saja. Pasalnya, sebut Billy, video yang beredar baru-baru itu, hanyalah sebagian potongan video dan bukan video yang seutuhnya.

“Video yang beredar itu, hanyalah potongan video terakhir saja. Sementara pada video sebelumnya, jelas tampak ada rekaman penganiayaan yang dilakukan oleh Tri Saputra (16) terhadap adik ipar saya, Arfen (14) bersama teman-temanya. Bukan hanya temanya aja yang menyaksikan kejadian itu. warga setempat juga mengetahuinya,” ujar Billy.

Dalam Konfrensi Pers itu, Billy memaparkan bahwa awal kejadian, pada hari Rabu 7 Agustus 2019 lalu berawal dari sekolah keduanya. Saat itu, Arpen bersama temanya bercanda saling ngeber-ngeber motor. Namun saat itu, Tri Saputra yang kebetulan satu sekolah dan merupakan kakak kelas Arpen, melihat hak tersebut.

Keesok harinya, Tri Saputra melalui temanya menyampaikan pesan kepada Arpen agar Arfen tidak banyak gaya ataupun belagak sok-sokan. Mendapat pesan itu, Arpen mencoba menemui Tri Saputra malam harinya di klenteng Cetiya Aria Deva Meral yang kebetulan tidak jauh sari tempat saudaranya seusai makan malam.

“jadi pas malam itu, Arfen melihat ada Tri Saputra dan mendekatinya untuk menanyakan sebenarnya ada permasalahan apa. Pas Arfen datangi, ada temanTri yang bilang ‘itu anaknya datang’ dan akhirnya Arfen mendekati. Saat ditanya, Tri langsung memarahi Arfen sambil bilang ‘jangan banyak gaya lah jangan sok-sokan. Ini daerah Baran’,” papar Billy menirukan ucapan Tri Saputra kepada Arfen.

Namun saat itu, sambungnya, Arfen tetap ingin mengetahui apa sebenarnya permasalahan yang membuat Tri Saputra marah dan ingin menyelesaikanya dengan cara baik-baik agar tidak berlarut-larut. Mengingat Tri Saputra adalah kakak kelas Arfen disekolahnya. Namun Tri Saputra tetap mengabaikanya.

Keesokan harinya, lanjut Billy, Tri Saputra mengirim pesan ke Arfen melalui pesan WhatsApp yang menyatakan bahwa Arfen diajak kelahi dan dimaki-maki dengan bahasa yang tidak sopan. Namun Arfen tetap menanyakan sebenarnya ada masalah apa. Tetapi Tri Saputra tetap ngotot dan terus ngajak Arfen berkelahi.

“Dia (Tri Saputra_red) tetap ngajak adik ipar saya berantam. Nah, malam harinya, Arfen dan temannya medatangi rumah Tri Saputra untuk menyelesaikan masalah. tetapi tidak diindahkannya sama Tri. Tri Saputra malah memanggil teman-temannya agar datang kerumahnya. Tak lama, teman-teman Tri datang kurang lebih 20 orang. Saat itu, Tri dan teman-temanya nanya sama Arfen sekarang maunya apa?. Si Arfen menjawab saya mau menyelesaikan masalah saya mau damai dan saya sendiri juga tidak tau masalahnya itu apa,” jelas Billy.

Selanjutnya, pada saat itu juga, Arfen dibawa ke kelenteg Cetiya Aria Deva yang berada dibelakang rumahnya dan Arfen diajak kelahi. Tetapi, Arfen tetap tidak mau dan terus bertanya apa yang terjadi. Lalu Arfen ditarik ketempat yang agak kosong dan disitulah Arfen dipukuli membabi buta sama Tri Saputra. Setelah dipukuli, Arfen juga harus minta maaf lagi kepada Tri Saputra.

Parahnya, tambah Billy lagi, Arfen juga diancam jika kejadian itu dilaporkan kepada orangtuanya, Arfen akan dibunuh. Tetapi anehnya, sudah menganiaya dan mengancam orang, kok malah buat laporan agar saya ditangkap. Kan aneh, siapa yang mukul, siapa yang dilaporkan. Untuk itu, Billy pesan agar pihak keluarga Tri Saputra lebih memahami pokok permasalahanya dulu. Jangan hanya sepihak saja.

“Pahami dulu masalahnya secara tuntas. Jangan setengah-setengah. Kita juga minta, kalau mau nyebarin video, sebarinlah video yang utuh. Karena, video yang disebar itu, hanya bagian akhir saja. Saya bersama Arfen kesana, mau tau kebenaranya seperti apa dan mau menyelesaikan masalahnya. Bukan seperti yang dikabarkan sepihak,” pungkasnya.

Saat menggelar Konfrensi Pers, Billy selaku Kakak Ipar Arfen juga turut didampingi Mertua Laki-lakinya (Ayah Kandung Arfen), Kakak Sepupu Arfen, Fincen dan Arfen selaku korban dugaan penganiayaan.

 

Penulis : Hasian

 

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan Portal Berita Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top