Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan bahwa Presiden Joko “Jokowi” Widodo berminat untuk membeli minyak Rusia setelah mendapat tawaran 30 persen dari harga dunia.
Namun Sandiaga mengatakan ada yang setuju dengan ide itu karena khawatir Indonesia akan mendapatkan sangsi dari Amerika terutama saat Indonesia tengah mempersiapkan KTT G20 di Bali pada November, kata Sandiaga dalam video yang dimuat di akun Instagramnya, Senin.
“Memang tantangannya karena Barat ini kan mau bagaimana pun juga mereka kontrol teknologi, payment. Setiap pengiriman dolar AS harus lewat New York,” jelas Sandiaga, tanpa menyebut siapa yang menolak usul itu.
“Kata Rusia tidak perlu takut, bayar pakai rubel saja. Konversi rupiah ke rubel, nah ini teman-teman di sektor keuangan lagi menghitung,” kata Sandiaga.
Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaikhul Islam, meminta pemerintah berani membeli minyak asal Rusia agar pemerintah tidak perlu menaikkan harga bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Terkait dengan penawaran impor crude dari Rusia lebih murah 30 persen, (jika) kita tidak ambil (penawaran itu) alangkah gobloknya kita,” kata Syaikhul.
Arifin mengatakan pemerintah belum ada rencana membeli minyak dari Rusia dan menyarankan usul ini disampaikan kepada Pertamina, sebagai perusahaan migas negara.
Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan,…
Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui…
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…
Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi…
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memancang…
This website uses cookies.
View Comments