Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai Indonesia akan rugi jika mengimpor minyak mentah dari Rusia meskipun harganya lebih murah 30 persen.
“AS bisa marah, kita bisa diembargo itu rugi besar. Ekspor kita besar juga ke Amerika,” ujar Fahmy kepada BenarNews.
Sebaliknya, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, mengatakan Pertamina perlu memikirkan cara untuk membeli minyak mentah semurah mungkin, termasuk dari Rusia.
Membeli minyak mentah dari Rusia dengan harga diskon menurut dia harus dimaknai sebagai kepentingan bisnis.
“Di tengah harga minyak dunia yang mahal dan harga BBM dalam negeri yang diatur pemerintah. Pertamina perlu beli crude dan produk BBM yang semurah mungkin,” ujar dia./BenarNews
KAI Daop 4 Semarang memberlakukan tarif khusus perjalanan kereta api relasi Semarang - Cirebon dan…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatatkan kinerja angkutan logistik yang…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman,…
Saham batu bara pernah menjadi primadona saat 2022 ketika Rusia melancarkan serangan ke Ukraina dan…
Aceh Tamiang, 12 Januari 2026 - Komitmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam memulihkan layanan dasar…
Venezuela, Iran, dan Rusia memiliki pengaruh besar terhadap harga minyak dunia karena faktor geopolitik dan…
This website uses cookies.
View Comments