Disinggung soal biaya operasional pengamanan barang bukti tersebut, Bambang Trijanto mengatakan menggunakan anggaran dari Bakamla.
“Untuk anak-anak(personel Bakamla) yang jaga itu kan perlu makan dan sebagainya, sementara kita menggunakan anggaran dari Bakamla sendiri nanti akan diganti oleh Negara, itu bisa jadi nanti lewat KLHK,” kata dia.
“Jadi, satu pintu nanti itu diganti sudah berapa lama kita di tempat kan di situ, sudah berapa lama kita jaga dan bukan di atas kapal saja kita jaga tapi pakai speed boat cepat juga,” sambungnya.
Ia menyebut, selama sebelas bulan melakukan pengamanan sudah menghabiskan anggaran berkisar Rp100 juta lebih menyangkut operasional personel dan bahan bakar armada Bakamla RI.
Bambang juga menepis isu yang mengatakan pihak OMS(pemilik kapal memberikan anggaran untuk Bakamla dalam pengamanan barang bukti.
“Kalau kita terima anggarannya pasti kita memihak nanti jadinya. Tidak netral jatuhnya kan? saya pastikan seribu persen saya tidak ada hubungan dengan owner dan dengan si pemilik barang itu,” tegasnya./Shafix
Page: 1 2
Jakarta, Maret 2025. PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan…
Setelah kolaborasi antara Hisense dan merek audio kelas atas Devialet, model-model bersertifikat dirilis satu demi…
Industri kuliner di Indonesia terus berkembang dengan pesat. Cap Cendrawasih, perusahaan produsen bahan makanan asal…
PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melaksanakan pelepasan ekspor dan ekspansi produk tembakau inovatif bebas asap…
Setelah periode puncak penjualan selama Ramadan dan Lebaran, banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…
Bubur Ayam Jakarta 46 tidak hanya lezat, tetapi juga bisa dinikmati dengan berbagai cara sesuai…
This website uses cookies.
View Comments