Bareskrim Kembali Sidik Kasus Tersangka Tjipta Fudjiarta | SWARAKEPRI.COM

Terkait Kasus dugaan tindak pidana penipuan, memberi keterangan palsu pada akta autentik dan penggelapan

BATAM – swarakepri.com : Putusan Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tursinah yang mengabulkan gugatan praperadilan Conti Chandra tanggal 18 Agustus 2015 lalu langsung ditindak lanjuti oleh Bareskrim Polri.

Tiga orang penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melakukan konfrontir antara saksi Conti Chandra dengan saksi Notaris Anly Cenggana dan tersangka Tjipta Fudjiarta, Rabu(2/9/2015) pagi di Mapolresta Barelang.

Selain melakukan konftontir dengan notaris Anly Cenggana, penyidik juga melakukan konfrontir antara Conti Chandra dengan tersangka Tjipta Fudjiarta dan Notaris Syaifuddin.

Pengacara Conti Chandra, Alfonso Napitupulu ketika dikonfirmasi mengatakan konfrontir yang dilakukan penyidik untuk menindaklanjuti putusan praperadilan yang telah membatalkan SP3 kasus tersangka Tjipta Fudjiarta sehingga dibuka kembali penyidikan oleh Bareskrim Polri.

“Atas dasar itulah(putusan praperadilan,red), sesuai dengan petunjuk Jaksa(P19) dilakukan konfrontir antara Conti Chandra dengan tersangka Tjipta Fudjiarta dan Anly Cenggana serta konfrontir dengan Notaris Syaifudin,” jelasnya kepada swarakepri.com.

Alfonso juga mengatakan konfrontir dengan Notaris Anly Cenggana terkait bukti pembayaran yang dilakukan oleh Conti Chandra kepada pemegang saham lama dan bukti pembayaran yang diklaim tersangka Tjipta Fudjiarta telah dibayarkan kepada Conti Chandra.

Sedangkan konfrontir dengan Notaris Syaifudin, menurutnya terkait penerbitan akta-akta diantaranya akta 28,29 dan 54.

Alfonso juga mengatakan setelah konfrontir ini dilakukan, sesuai dengan perintah pengadilan seharusnya berkas perkara ini sudah harus dilimpahkan kepada Kejaksaan Agung.

Sementara itu Tjipta Fudjiarta ketika berupaya dikonfirmasi di Mapolresta Barelang menolak untuk memberikan komentar. “Saya no comment” ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tursinah Aftianti telah mengabulkan gugatan Conti Chandra atas terbitnya Surat Penghentian Penyidikan(SP3) kasus dugaan tindak pidana penipuan, memberi keterangan palsu pada akta autentik dan penggelapan dengan tersangka Tjipta Fudijiarta, pada persidangan hari Selasa (18/8/2015) lalu.

Dalam putusan nomor 70/Pid.Pra/2015/PN Jkt Sel tersebut, Hakim Tursinah memerintahkan Kapolri selaku termohon untuk melanjutkan penyidikan dan selanjutnya melimpahkan kembali berkas perkara tersangka Tjipta Fudjiarta nomor LP/587/VI/2014/Bareskrim ke Kejaksaan Agung. (red/rudi)

KOMENTAR FACEBOOK
Bareskrim Kembali Sidik Kasus Tersangka Tjipta Fudjiarta
27 Comments

27 Comments

  1. samsul

    2 September 2015 at 9:27 pm

    tinggal tunggu hari tjipta kena jerat juga buah dari tipu2nya dibcc hotel,gimane mo komen orang mabes sdh turun langsung dgn sgl bukti otentiknya

  2. nurjali

    2 September 2015 at 9:37 pm

    cialat!!!,cipta,syaifudin,angli jg alat negara yg getol trima suap siap-siap.terkuak semua fakta siapa penjahat kerah putih perompak hotel bcc,hukum merunut kasus ini dengan cermat selagi hati nurani penyidik,jaksa,hakim tidak masuk angin akan ketahuan jg siapa yg hak hotel bcc

  3. Juju

    2 September 2015 at 9:50 pm

    Selamat pak tjipta dan anly ,, syaifudin ya semoga berjuang lepas dari jeratan hukum

  4. gatotgozali

    2 September 2015 at 10:51 pm

    huuuuuuuuuuu,nyungsep jg manusia2 cacat hati ini bikin kerak dibatam saja,tjipta,syaifudin,angli bentaran lg jg cicipi apa yg dirasa conti

  5. Marta

    3 September 2015 at 5:58 am

    Tjipta fudjiarta pikir hukum di bumi tercinta bisa dia beli semau gue <<<<< gak tahu hukum akan menjerat ketiga sekawan tjipta ,anly ,syaifudin ke ranah hukum , akhirnya kasus penipuan tebesar di kepri ini mulai terkuak dengan melibatkan anly ,syaifudin

  6. istiana

    3 September 2015 at 10:52 am

    smoga kasus ini benar” di tegakkan biar gak semena-mena lagi mereka dengan hukum negri untuk membeli dan mempermainkan hukum dengan uang dll,selamat buat tjipta,Anly cenggana,syaifudin berakhirlah otak licik kalian di persidangan nanti untuk keputusan hukum yang pantas buat kalian.

  7. kardi

    3 September 2015 at 5:00 pm

    gagaplah tjipta dikonfrontir mabes mau lari mana lagi tipi-tipunya

  8. aluang

    3 September 2015 at 5:08 pm

    Fànzuì fēnzǐ pǔtōnghuà tjipta maling kena jerat juga owe lega batam bebas maling

  9. rikardo

    3 September 2015 at 10:55 pm

    papiku kena palu juga,sadarlah pi,inget rikardo ma jeni jg mami,karma sudah datang

  10. Ang sio bak

    4 September 2015 at 6:01 am

    Sedikit terhibur hati wa karena penjahat kerah putih tjipta dan keroninya saifudin, angly mulai ada penampakan lebih jelas.

  11. Swa Te lang

    4 September 2015 at 7:17 am

    Biasa tipu orang itulah akibatnya
    Kena batunya juga tjipta fudjiarta
    Makanya jangan suka melakukan kong kalikong tjipta
    Jangan lagi ya lakukan penipuan di kepri
    Pulanglah kampung mu pelihara babi aja

  12. Darmono

    4 September 2015 at 4:33 pm

    Peninglah kau tjip.klakuan penipu diplihara,makan getah skr. Pengapnya sel penjara akan menyadarkanmu.makan darah sebangsamu

  13. Brocobu

    4 September 2015 at 7:32 pm

    Oh tjipta ternyata terbukti sebagai penipu kelas kakap ya ,,dan sudah diketahui se kota batam ,,,€€€€€€ Ci Med tukang tipu ,matilah kau itu kembali ke medan jual pangsit mi

  14. gunadisempono

    4 September 2015 at 11:34 pm

    muka macem manusia purba tidak punya malu lagi, ngaku beli bcc hotel tapi gak bayar giliran di periksa terkencing-kencinglah lah kau ampe mabes polri jauh jauh ke batam cuma buat ngladeni manusia gila cipta pukimarta,enyahlah kau dari batam bikin malu tionghoa medan

  15. alice xu

    5 September 2015 at 11:03 pm

    sepertinya tjipta itu mafia kelas kakap dari medan yang sudah terbiasa mempermainkan hukum indonesia untung masih ada keadilan buat conti smoga benar-benar mabes polri bekerja pada keadilan hukum bukan karna uang.

  16. catherine

    5 September 2015 at 11:15 pm

    smoga bareskrim gak hanya kembali sidik kasus tersangka supaya benar-benar menegakkan hukum RI yg rada-rada amburadul di tangan penegakk hukum.nanti,jangan sampe tersangka di bolak balek fakta lg di tindak,ampuh dech….,hukum kita.

  17. jeselin liem

    5 September 2015 at 11:27 pm

    bukan sepertinya lagi tapi emang benar-benar mafia kelas kakap yang punya kekuatan hukum yang bangking tjipta fudjiarta,bagus dech kalo kasusnya tentang hotel BCC di sidik lagi semoga benar-benar tersangka emang tjipta tersangka sesungguhnya dan gak berubah lagi di tangan hukum tersangkanya,pleace….tegakkan hukum.

  18. ang siew

    5 September 2015 at 11:33 pm

    good,sidik kasusnya si tjipta sampe tuntas…tas…tas…kelar.hore ..e..e..e..e….mampus buat geng sekelas tjipta yang masih berkeliaran di bumi pertiwi.

  19. zelia chan

    5 September 2015 at 11:44 pm

    biar tjipta belajar berjuang dengan jerih payah sendiri bangun usaha buka berjuang meras,menipulah,akal-akalan lah karna dekingan hukum karna mampu beli atas kalkulasi tjipta hitung untung ruginya,das..ar..ar….ar tjipta.

  20. Atie ayam

    6 September 2015 at 10:10 am

    Pak polisi cepatttlaaah tangkap tjipta dan masukan penjara..

  21. komari

    6 September 2015 at 12:39 pm

    jadi pembelajaran selamanya penipuan tidak bisa dibungkus serapat apapun,kecurangan bisnis tak memandang saudara,kongsi,kawan.dasar keserakahan buahkan kenistaan

  22. aping sapek

    6 September 2015 at 10:55 pm

    kalo udah kena batunya mungkin tjipta akan insaf nipu-nipu untuk nelan korban-korbanya,sukseskan sidik kasus tjipta biar kapok.

  23. asen

    6 September 2015 at 11:02 pm

    jangan-jangan kekayaan tjipta selama ini dari hasil nipu-nipu kelas kakap super canggih,ayo……siapa yang mau berguru drpd cuman kelas teri,kelas kakap dong kayak tjipta.berguru ke tjipta aja biar kaya seperti tjipta bisa beli hukum.

  24. yufika

    6 September 2015 at 11:07 pm

    hati-hati ama tjipta yang sok miliarder itu tukang tipu karna hukum yang deking dia alias kebal hukum.

  25. bekhu

    6 September 2015 at 11:11 pm

    habislah tjipta yang gak tau malu merampas milik orang mungkin sudah jadi anak durhaka dari lahir,menyusahkan dan menyakiti orang aja,sidik terus…,tangkap dan penjarakan dia.

  26. Abeng

    8 September 2015 at 6:47 am

    Beking tjipta fujiarta sudah pensiun ,carilah jalan kebenaran berdoa lah kepada tuhan bukan kepada orang orang yang ingin uang kejahatan

  27. Jepri

    8 September 2015 at 6:54 am

    Aneh ya dimana mana Cina Medan membuat onar ,,tipu orang ,,dikepri cina medan tjipta fujiarta menipu conti candra lagi lagi cina medan menipu kata orang kepri kalau jumpa ular copra dengan tjipta fudjiarta yg dimatikan duluan tjipta fujiata ,,,kenapa cina medan suka menipu dimana mana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan Portal Berita Terdepan di Kepri

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top