Ia juga mengakui sosialsiasi yang dilakukan kepada masyarakat terkait pengembangan Rempang Eco-Citu belum maksimal.
“Memang ada terjadi misinformasi, karena sosialisasi belum optimal, karena masih ada kendala-kendala teknis,” ujarnya.
Kata Nuryanto, DPRD Batam menyarankan agar dilakukan dialog dua arah antara pemerintah dan masyarakat.
“Saran dari DPRD agar terjadi dialog komunikasi dua arah, dimana yang tidak ketemu nanti bisa mencari win-win solusi yang baik. Karena tujuan dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,”pungkasnya./van/Sfx
Page: 1 2
Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui…
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…
Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi…
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memancang…
Bianka (BINUS Automated Angklung) adalah inovasi angklung otomatis yang dapat memainkan musik tanpa pemain manusia.…
This website uses cookies.
View Comments