BPR Kintamas “Rampas” Mobil Nasabah dari Bengkel

BATAM – swarakepri.com : Tindakan tidak manusiawi kembali dipertonkan oleh lembaga pembiayaan yang ada di Batam. Kali ini BPR Kintamas Mitra Dana yang berkantor di Komplek Baloi Kusumah Indah, Batam merampas mobil jenis Isuzu NHR 55(Angkot Dapur 12) dari bengkel tempat mobil tersebut diperbaiki setelah sebelumnya mengalami kecelakaan pada bulan april 2012 lalu.

Pendi, nasabah BPR Kintamas Mitra Dana kepada awak media mengaku bahwa tindakan perampasan mobilnya dari Bengkel oleh pihak BPR Kintamas Mitra Dana sangat tidak berprikemanusiaan. Bahkan selama 3 bulan terakhir oknum kolektor BPR Kintamas bernama ucok selalu melakukan intimidasi untuk memaksa membayar cicilan mobil.

“Tindakan mereka(BPR Kintamas) sangat keterlaluan dan tidak manusiawai bang,” ujar Pendi pasrah,Jumat(6/9/2013) didepan kantor BPR Kintamas Mitra Dana.

Pendi memaparkan bahwa pada tanggal 10 November 2010 lalu ia mengajukan kredit ke BPR Kintamas Mitra Dana dengan agunan mobil Isuzu Type NHR 55 dan kemudian disetujui pembayaran kredit selama 16 bulan dengan cicilan perbulan sebesar Rp 6,3 juta.

“Pembayaran perbulan selalu lancar. Namun karena saya mengalami kecelakaan pada bulan april 2012 lalu dan mobil tidak bisa digunakan untuk menambang(membawa penumpang) saya kesulitan untuk membayar cicilan perbulan,” terangnya.

Setelah kecelakaan tersebut kata Pendi, saya kesulitan untuk membayar cicilan mobil apalagi sebelumnya mobil tersebut diamankan di Polresta Barelang sebagai barang bukti. Baru dalam 3 bulan terakhir ia baru bisa membawa mobil tersebut ke bengkel untuk diperbaiki.

Dikatakannya bahwa pada saat bersamaan setelah mobil dimasukkan ke bengkel oknum kolektor BPR Kintamas bernama ucok terus melakukan intimidasi dan memaksa untuk membayar sisa cicilan. Karena belum mampu melunasi sisa cicilan mobil dengan arogan ucok merampas mobil tersebut dari bengkel.

“Seenaknya saja mereka mengambil mobil dari bengkel. Saya juga sudah membayar cicilan sebanyak 16 kali. Saya menuntut uang cicilan yang sudah saya bayarkan dikembalikan oleh pihak BPR Kintamas!” tegasnya.

Pendi juga mengungkapkan bahwa sebagai nasabah BPR Kintamas ia sangat dirugikan karena mobil yang diagunkannya tidak diasuransikan oleh pihak BPR Kintamas.

“Saya sangat dirugikan. Masalah ini sudah saya laporkan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) Kota Batam pada tanggal 26 Agustus 2013 kemarin untuk menuntut ganti rugi.”Ujarnya.

Sementara itu Direktur BPR Kintamas Mitra Dana, M Gultom ketika dikonfirmasi mengakui adanya perampasan mobil milik Pendi dari bengkel.
Ia berdalih perampasan mobil tersebut dilakukan karena Pendi selaku nasabah belum membayar cicilan pembayaran kredit selama 1 tahun.

“Tindakan ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada di BPR Kintamas Mitra Dana. Kami juga sudah melayangkan surat peringatan kepada nasabah bernama Pendi,” dalihnya.(adi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Eksepsi Ditolak, Sidang Perkara Dju Seng Lanjut ke Pembuktian

BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…

14 menit ago

Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz, Bittime Soroti Dampaknya terhadap USDT/IDR

Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…

3 jam ago

Tangkap Tren Renovasi Hunian, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Masyarakat yang Fleksibel

Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…

3 jam ago

Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia

MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…

3 jam ago

MiiTel Meetings Kini Dilengkapi Fitur Real-Time Talk Assistant

Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…

3 jam ago

Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Ini Proyeksi Terbaru Dupoin Futures

Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan,…

4 jam ago

This website uses cookies.