Categories: KarimunSWARAKEPRI

Bupati Karimun : Sekolah Berbasis Agama akan Jadi Favorit

KARIMUN – swarakepri.com : Bupati Karimun Nurdin Basirun menegaskan bahwa sekolah berbasis agama Islam dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan akan menjadi sekolah favorit jika didukung dengan sarana dan prasarana.

“Masyarakat jangan memandang sebelah mata terhadap keberadaan sekolah berbasis Agama Islam, karena konsep pendidikan yang benar adalah memadukan pendidikan umum dengan pendidikan agama, sebagaimana konsep yang tengah banyak diterapkan dalam sekolah yang berbasis Islam Terpadu,” ujarnya, Jumat(17/10/2014).

Menurutnya, saat ini banyak orang tua tidak punya minat memasukkan anaknya di sekolah berbasis agama, padahal untuk membentengi anak dibutuhkan ilmu agama, padahal sekolah yang berbasis Islam terpadu dalam beberapa tahun ini akan mulai menjadi sekolah favorit. Bahkan sedikit demi sedikit saat ini mulai banyak anak-anak yang meminta sekolah bidang agama atau ke pesantren. Tentunya harus didukung dengan sarana dan prasarana.

Dia juga menjelaskan bahwa ada tiga komponan kemajuan pendidikan yakni para orang tua, masyarakat dan siswa itu sendiri. Jika tiga ini dikonsep dengan baik maka semua akan didapati hasilnya sesuai yang diinginkan.

“Pada akhirnya nanti sekolah berbasis islam terpadu dengan konsep pendidikan umum dan agama ini akan menjadi kebutuhan masyarakat. Ini sudah dibuktikan dengan berdirinya beberapa SDIT dan dari tahun ketahun sudah mulai tidak sanggup menampung siswa,” ucap Nurdin saat membuka workshop kepemimpinan kepala sekolah Islam terpadu se-Provinsi Kepri di aula Masjid Agung Karimun, Jum’at (17/10).

Dengan pelatihan tersebut menurutnya, sangat penting karena pendidikan agama adalah sangat penting dan jangan cuma butuh dengan teknologi sementara agama diabaikan.

“Maka dari itu untuk lebih meningkatkan program pendidikan sekolah Islam, saya menyarankan agar para siswa agar diwajibkan menghapal Qur’an satu ayat satu hari,” ucap Nurdin

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun, MS Sudarmadi pun mengakui saat ini sebagian masyarakat masih menilai pendidikan Islam tidak berpotensi, sehingga tidak dilrik sama sekali.

“Memang kita lihat selama ini yang namanya sekolah Islam terutama Madrasah Tsanawiyah (MTs) tidak dipandang, kalau sebelah mata itu masih lumayan. Maka dari itu kita harus cari tahu apa penyebabnya. Kita patut risau sekolah yang dikelolah oleh Kantor Kementerian Agama (Kanmenag) bisa seperti itu. Namun dari kerisauan ini saya bangga apa yang dilakukan oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) dengan pola atau metode pembelajaran yang lebih baik,” ucapnya.

Jika dibandingkan dengan sekolah lainnya katanya, dari segi intelektual mereka punya ilmu pengetahuan yang hebat. Dan para siswa muslim pun jangan mau kalah. Tentunya degan konsep kepempimninan yang digelar selama empat hari tersebut harus lebih memantapkan metode pembelajaran.

Dalam sistim pendidikan, lanjut Sudarmadi, ada beberapa faktor yang harus dimiliki selain ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam hal ini adalah melihat manageman sekolah. Bagaimana kondisinya dan apa yang harus dibenahi. Konsep ini hanya kita sendiri yang tahu dan mau dijadikan sebagai apa sekolah kita.

“Seiring degan kurikulum 2013, maka saya mengatakan bahwa konsep tersebut telah lebih dulu dipakai oleh sekolah berbasis Islam Terpadi (IT), baru kemudian muncul kurikulum baru ini. Dan kita patut berbangga hati karena dapat melaksanakannya,” kata Sudarmadi.

Dengan demikian konsep kurikulum 2013 harus diperkuat oleh semua guru. Jika tidak maka proses belajar mengajar akan tersendat. “Insyaallah kami dari pemerintah daerah tidak akan pernah meninggalkan sekolah berbasis islam ini dan akan kita suport,” pungkasnya.

Adapun jumlah peserta dalam workshop tersebut sebanyak 49 orang terdiri dari kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dari seluruh daerah se Provinsi Kepri, yang digelar selama tiga hari atau berakhir hingga 19 Oktober mendatang. Dengan menghadirkan pemateri dari Konsorsium Pendidikan Indonesia (KPI) Jakarta dan pengurus Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JIST) Pusat. (red/HK)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Bianka: Angklung Otomatis yang Bawa Budaya Indonesia ke Level Teknologi

Bianka (BINUS Automated Angklung) adalah inovasi angklung otomatis yang dapat memainkan musik tanpa pemain manusia.…

39 menit ago

Dukung Pertumbuhan Berkelanjutan, BRI Finance Jalin Sinergi Strategis dengan Kejaksaan Negeri Sleman

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas pembiayaan serta penerapan…

44 menit ago

Mengenal Puguh Dwi Kuncoro, Konsultan Manajemen Bisnis di Balik KLTC® Group yang Mendorong Lahirnya Trainer Berkualitas di Indonesia

Di tengah maraknya pelatihan yang minim dampak dan kualitas trainer yang belum merata, Puguh Dwi…

2 jam ago

Kesalahan Psikologis yang Sering Dilakukan Trader di Pasar Keuangan

Keberhasilan dalam trading tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih algoritma yang Anda gunakan atau seberapa…

2 jam ago

Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal

Pastikan dokumen kontrak dan visa Anda aman tanpa cacat. Pelajari standar penanganan profesional saat kirim…

2 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA

Bandung (Jawa Barat), 10 April 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2…

2 jam ago

This website uses cookies.