Categories: BATAM

Datangi Polresta Barelang, Kelompok Tani Selat Nenek Adukan Dugaan Penyelewengan Anggaran Program PKPM

Kata dia, dalam lubuk hati paling dalamnya tidak ada sedikit pun niat dirinya untuk memperpanjang perkara ini sampai ke meja hukum, akan tetapi pada saat audiensi yang digelar di kantor Lurah Temoyong pada Senin (27/12/2021) terkait masalah ini salah satu anggota keluarga dari terduga pelaku (Ayah dari Ketua Kelompok) yang juga merupakan pamannya sendiri ini sempat hampir memukul dirinya dan suaminya lantaran meminta kejelasan kenapa uang Rp4,6 juta ini hanya diberikan kepada anggota Kelompok hanya sebesar Rp. 1,2 juta dan mengapa pekerjaan tersebut hanya diberikan waktu 6 hari bukan 30 hari.

“Kami ini hanya mau diberi penjelasan, kenapa mereka sampai segitunya marah sama kami. Sekarang saya tanya sama bapak, kalau bapak ada diposisi saya apakah salah bapak menanyakan hal seperti itu? Padahal kami ini masih saudara pak ada hubungan keluarga kenapa mereka menipu kami saudaranya sendiri,” jelas Salbiah dengan air mata yang menetes dipipinya.

Sementara itu, NGO Lingkungan Akar Bhumi Indonesia(ABI) yang dalam hal ini mendampingi pelaporan sejumlah anggota Kelompok Tani Selat Nenek melalui Kepala Bidang Advokasinya, Soni Riyanto mengatakan, dalam hal ini pihaknya hanya menjadi penyeimbang dari masalah tersebut.

Penyeimbang dalam artian, kata dia, dirinya mengasih gambaran-gambaran penyelesaian masalah yang diinginkan oleh para anggota Kelompok tersebut.

Contohnya kata dia, apabila mau diselesaikan dengan hukum maka ada aturan dan undang-undang yang dilanggar dan apabila ingin diselesaikan dengan restorasi justice maka akan ada perundingan yang harus digelar oleh instansi terkait agar bisa membantu menyelesaikan perkara ini.

“Jadi para anggota Kelompok ini ingin diselesaikan di meja hukum, maka kami dampingi mereka ke Polresta Barelang untuk melakukan koordinasi dengan Unit Reskrim Polresta Barelang,” jelasnya.

Kata dia, nanti pihak Kepolisian akan melakukan penyelidikan dan investigasi sebaiknya kasus ini diselesaikan dengan cara seperti apa.

“Jadi sepenuhnya kita percayakan kepada aparat penegak hukum kita. Hanya saja yang perlu digaris bawahi apabila ini tidak segera diselesaikan bukan tidak mungkin masalah ini akan semakin panjang dan bisa mengakibatkan korban jiwa akibat pertikaian antara sesama masyarakat Pulau Bulang. Sebagai NGO hanya sebatas itu yang bisa kami lakukan, tindakan diluar itu bukanlah kewenangan kami biarkan aparat yang bekerja,” tegasnya.

Page: 1 2 3

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Antisipasi Libur Isra Miraj 15–18 Januari, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 158 Ribu Tempat Duduk

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…

1 hari ago

Optimasi Hilirisasi Bauksit Nasional, Ciptakan Nilai Tambah Hingga US$3,8 triliun

JAKARTA – Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi…

1 hari ago

Topremit Kembali Raih Award “Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025” dari BI

Topremit kembali menyabet penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia sebagai ‘Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025’. Melalui acara…

2 hari ago

Ruas Batang–Semarang Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Tengah

Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah…

3 hari ago

Kementerian PU Tambah 57 Titik Sumur Bor Pasokan Air Bersih Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus…

3 hari ago

Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat

Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan…

3 hari ago

This website uses cookies.