BATAM – Sekitar 200-an massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Batam melakukan unjuk rasa di depan kantor Badan Pengusahaan(BP) Batam menolak kenaikan tarif Uang Wajib Tahunan Otorita(UWTO), Selasa(1/11/2016) pagi.
Dalam orasinya, pengunjuk rasa mendesak BP Batam kembali menurunkan UWTO karena dianggap memberatkan masyarakat.
“Masyarakat dan pengusaha banyak yang menjerit dengan kenaikan tarif UWTO, kami minta itu diturunkan,” ujar pengunjuk rasa.
Ketua LSM BPKPPD Kepri Edy Susilo dalam orasinya meminta agar 7 pimpinam BP Batam di ganti karena dianggap gagal dan merugikan bagi kota Batam.
“Kami meminta Presiden memecat mereka daripada investor gulung tikar, dan kami akan terus melakukan aksi sebelum hal itu dilakukan,” tegasnya.
Aksi unjuk rasa juga sempat diwarnai dengan aksi goyang pagar yang membuat situasi sempat memanas.
Pantauan lapangan, selain menyampaikan orasi, pengunjuk rasa juga melakukan pertunjukan kuda lumping di depan kantor BP Batam.
JEFRY HUTAURUK
Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91…
Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam…
Metodify merupakan platform AI akademik yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti dalam menyusun artikel…
Jakarta, 1 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memperkuat aspek tata kelola…
Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring…
BATAM - Pakar Hukum Kehutanan, Bambang Wiyono S.H.,M.H dihadirkan Penasehat Hukum terdakwa Bowie Yoenathan untuk…
This website uses cookies.