BATAM – Sekitar 200-an massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Batam melakukan unjuk rasa di depan kantor Badan Pengusahaan(BP) Batam menolak kenaikan tarif Uang Wajib Tahunan Otorita(UWTO), Selasa(1/11/2016) pagi.
Dalam orasinya, pengunjuk rasa mendesak BP Batam kembali menurunkan UWTO karena dianggap memberatkan masyarakat.
“Masyarakat dan pengusaha banyak yang menjerit dengan kenaikan tarif UWTO, kami minta itu diturunkan,” ujar pengunjuk rasa.
Ketua LSM BPKPPD Kepri Edy Susilo dalam orasinya meminta agar 7 pimpinam BP Batam di ganti karena dianggap gagal dan merugikan bagi kota Batam.
“Kami meminta Presiden memecat mereka daripada investor gulung tikar, dan kami akan terus melakukan aksi sebelum hal itu dilakukan,” tegasnya.
Aksi unjuk rasa juga sempat diwarnai dengan aksi goyang pagar yang membuat situasi sempat memanas.
Pantauan lapangan, selain menyampaikan orasi, pengunjuk rasa juga melakukan pertunjukan kuda lumping di depan kantor BP Batam.
JEFRY HUTAURUK
Jakarta, 14 Januari 2026 — RevComm Inc., perusahaan asal Jepang penyedia solusi AI Voice Analytics, MiiTel, resmi menunjuk Hargunadi…
BATAM - Penambangan pasir darat ilegal dan Cut and Fill(penggalian dan penimbunan untuk meratakan permukaan…
Kupang, NTT, 14 Januari 2026 – Tragedi tenggelamnya kapal wisata semi-phinisi KM Putri Sakinah di perairan…
Jember, Januari 2026 – Kinerja layanan KA Pandanwangi relasi Jember – Ketapang PP terus menunjukkan…
Jakarta, 13 Januari 2026 - Pasar aset kripto saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…
This website uses cookies.