BATAM – Seorang pengusaha Batam berinisial LCM melayangkan somasi kepada pimpinan HH Club Planet 3.0 Pub & KTV yang berlokasi di Komplek Nagota City Center, Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Somasi tersebut terkait dengan dugaan pencemaran nama baik atau pembunuhan karakter atau penghinaan yang diduga dilakukan oleh HH Club.

HH Club Pasang Foto LCM dengan Narasi Blacklist
Kuasa Hukum LCM, Rano Iskandar Sirait,S.H., menjelaskan bahwa somasi tersebut dilayangkan karena LCM keberatan dengan pemasangan foto dirinya dengan narasi Blacklist di tiga Tempat Hiburan Malam(THM) di Batam yakni P1, P2 dan P3(HH Club) pada Kamis 4 Juni 2026 sore.
“Pada Kamis sore, LCM mengetahui fotonya dipajang di depan pintu masuk HH Club dengan narasi blaclist(daftar hitam). Inti dari keberatan ini adalah foto yang di pajang di depan pintu masuk HH Club tersebut memuat redaksi dan foto klien kami di blacklist,”ujarnya saat konferensi pers di kawasan Nagoya, Batam, Sabtu 6 Juni 2026 siang.
@swarakepri.com Seorang pengusaha Batam berinisial LCM melayangkan somasi kepada pimpinan HH Club Planet 3.0 Pub & KTV yang berlokasi di Komplek Nagota City Center, Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau. Somasi tersebut terkait dengan dugaan pencemaran nama baik atau pembunuhan karakter atau penghinaan yang diduga dilakukan oleh HH Club. Kuasa Hukum LCM, Rano Iskandar Sirait,S.H., menjelaskan bahwa somasi tersebut dilayangkan karena LCM keberatan dengan pemasangan foto dirinya dengan narasi Blacklist di tiga Tempat Hiburan Malam(THM) di Batam yakni P1, P2 dan P3(HH Club) pada Kamis 4 Juni 2026 sore. "Pada Kamis sore, LCM mengetahui fotonya dipajang di depan pintu masuk HH Club dengan narasi blaclist(daftar hitam). Inti dari keberatan ini adalah foto yang di pajang di depan pintu masuk HH Club tersebut memuat redaksi dan foto klien kami di blacklist,"ujarnya saat konferensi pers di kawasan Nagoya, Batam, Sabtu 6 Juni 2026 siang. Menurut Rano, pemasangan foto dengan narasi blaclist oleh HH Club tersebut sangat merugikan kehormatan LCM. "Kondisi ini sangat merugikan klien kami. Klien kami sangat dirugikan kehormatannya, karakternya dibunuh. Klien kami juga mengalami kerugian immateril karena kebebasannya terkungkung dan mendapat rasa malu di masyarakat, karena ini sudah tersebar luas di masyarakat,"tegasnya. Selengkapnya baca di swarakepri.com #batam #hhclub #planetbatam ♬ suara asli – swarakepri.com
Menurut Rano, pemasangan foto dengan narasi blaclist oleh HH Club tersebut sangat merugikan kehormatan LCM.
“Kondisi ini sangat merugikan klien kami. Klien kami sangat dirugikan kehormatannya, karakternya dibunuh. Klien kami juga mengalami kerugian immateril karena kebebasannya terkungkung dan mendapat rasa malu di masyarakat, karena ini sudah tersebar luas di masyarakat,”tegasnya.

Foto LCM dengan narasi blacklist dipajang di HH Club
Foto Blacklist Dipicu Perdebatan dengan Waitres
Rano juga mengungkapkan bahwa pemasangan foto LCM dengan narasi blacklist pada Kamis sore, dipicu oleh insiden kecil berupa perdebatan dengan salah seorang waitres HH Club pada Kamis sekitar pukul 4 subuh.
“Pada sekitar pukul 4 subuh(Kamis), sempat terjadi argumen kecil antara waitres atau pramusaji HH Club dengan klien kami. Saat itu tidak ada terjadi kontak fisik hanya berdebat dan adu argumen. Saat itu klien kami juga dalam pengaruh alkohol,”terangnya.
Ia mengungkapnya bahwa kejadian perdebatan dengan Waitres tersebut berakhir dengan damai dan tidak sempat dilerai oleh pihak security.
“Di HH Club banyak security, klien kami pada pukul empat(subuh) tersebut pulang dengan damai. Waitres yang saat itu berdebat dengan klien kami juga pulang dengan damai. Klien kami pulang tanpa ada masalah, tidak ada peleraian oleh pihak security,”tegasnya.
Namun demikian lanjut Rano, setelah kejadian di Kamis subuh tersebut, pada Kamis sore, LCM mengetahui fotonya dipajang di pintu masuk HH Club dengan narasi blaclist.
“Kamis Sore, ada rekan klien kami yang melihat foto LCM dipublis didepan pintu masuk HH Club, yang mana pintu masuk tersebut merupakan tempat keluar masuk dan mudah diakses orang,”ujarnya.
