Jaksa Tolak Eksepsi PH Paulus Amat Tantoso | SWARAKEPRI.COM
HUKUM

Jaksa Tolak Eksepsi PH Paulus Amat Tantoso

BATAM – Jaksa Penuntut Umum(JPU) dari Kejaksaan Negeri Batam, Rumondang Manurung menolak eksepsi penasehat hukum terdakwa Paulus Amat Tantoso dalam persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Rabu(21/8/2019) pagi.

“Menolak eksepsi penasehat hukum terdakwa Paulus Amat Tantoso untuk seluruhnya. Melanjutkan pemeriksaan perkara pidana Nomor : PDM-214/BTM/Epp.2/06/2019 tertanggal 14 Juni 2019,” ucap Rumondang saat membacakan pendapat atas eksepsi penasehat hukum terdakwa terhadap surat dakwaan JPU.

Rumondang menjelaskan, surat dakwaan JPU adalah surat yang memuat rumusan tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa yang disimpulkan dan ditarik dari hasil pemeriksaan penyidikan yang dibuat oleh penyidik Polresta Barelang adalah yang dijadikan dasar bagi penuntut umum untuk menghadapkan terdakwa Paulus Amat Tantoso ke hadapan persidangan.

“Juga surat dakwaan adalah sebagai dasar dan landasan bagi hakim dalam pemeriksaan di muka sidang persidangan,”lanjut Rumondang.

Dikatakan JPU, bahwa dalam eksepsi penasehat hukum terdakwa telah mendalilkan kronologis dari awal sampai terdakwa melakukan perbuatan tindak pidana penganiayaan terhadap saksi korban Celvin dan termasuk keberatan penasehat hukum tentang pasal dakwaan yang didakwakan JPU terhadap terdakwa.

“Seluruh keberatan tersebut telah menyangkut pada pembuktian tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa,” ujar JPU.

“Hal tersebut telah masuk ke ke dalam ranah pokok perkara, sehingga untuk membuktikan apakah benar terdakwa Paulus Amat Tantoso adalah pelaku tindak pidana dan telah melakukan tindak pidana seperti dalam uraian unsur dalam surat dakwaan, hendaknya dibuktikan di persidangan selanjutnya,” jelas JPU.

Setelah mendengarkan pendapat JPU atas eksepsi penasehat hukum terdakwa, Ketua Majelis Hakim Yona Lamerosa Ketaren didampingi Hakim Anggota Taufik Nainggolan dan Dwi Nuramanu menunda persidangan hingga tanggal 26 Agustus 2019 mendatang.

“Sidang akan dilanjutkan hari Senin tanggal 26 Agustus 2019,” ujar Ketua Majelis Hakim.

Majelis Hakim saat persidangan perkara terdakwa Paulus Amat Tantoso di PN Batam, Rabu(21/8/2019)/Foto : Shafix

Nur Wafiq Warodat selaku Penasehat Hukum terdakwa Paulus Amat Tantoso ketika dikonfirmasi mengatakan, tim penasehat hukum akan berupaya maksimal dari persidangan berikutnya.

“Sejak awal kami memang menilai bahwa dakwaan JPU telah lengkap dan cermat, sehingga dalam eksepsi menggugah dan meminta agar JPU tidak menentukan pasal-pasal dakwaan sekedar mengacu pada beratnya ancaman semata tanpa mempertimbangkan sikap batin terdakwa yang mengesankan negara bertindak berlebihan terhadap warganya sendiri,” ujar Warodat kepada swarakepri.com seusai persidangan.

Menurut Warodat, jika eksepsi tersebut ditolak JPU, makan tim penasehat hukum terdakwa berjanji akan berupaya maksimal dalam persidangan nanti guna membuktikan bahwa tidak ada sikap pada diri terdakwa untuk melakukan perencanaan penganiayaan.

“Sehingga diharapkan Majelis Hakim mampu menyimpulkan dan pada akhirnya memutuskan bahwa terdakwa tidak terbukti melanggar ketentuan pasal 355 dan 353 KUHP tentang penganiayaan berat yang diawali perencanaan,” pungkasnya.

 

Penulis : Shafix

Editor   : Rudiarjo Pangaribuan

KOMENTAR FACEBOOK
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Putusan Sela Ditunda, Ini Penjelasan PH Terkait Status Penahanan Amat Tantoso | SWARAKEPRI.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 1 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan Portal Berita Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top