BATAM – Perkembangan teknologi Chip di dunia melesat pesat. Kebutuhan bahan baku untuk mendukung industri menjadi penentu suksesnya hilirisasi pasir kuarsa dan silika.
Selama ini, Sumber daya alam berupa pasir darat di Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Karimun hanya dijadikan pasir timbunan atau reklamasi serta konstruksi beton. Namun, faktanya ada hal lebih bernilai ekonomis tinggi yang terkandung di dalamnya yakni Silika dan Kuarsa.
Silika dan kuarsa merupakan elemen penting dalam industri chip(silicon wafer). Dua elemen tersebut ternyata melimpah di beberapa tempat di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Bintan, Lingga dan Karimun.
@swarakepritv Kandungan Silika Capai 98 Persen, Tridaya Group Siap Dukung Industri Chip di Batam Perkembangan teknologi Chip di dunia melesat pesat. Kebutuhan bahan baku untuk mendukung industri menjadi penentu suksesnya hilirisasi pasir kuarsa dan silika. Selama ini, Sumber daya alam berupa pasir darat di Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Karimun hanya dijadikan pasir timbunan atau reklamasi serta konstruksi beton. Namun, faktanya ada hal lebih bernilai ekonomis tinggi yang terkandung di dalamnya yakni Silika dan Kuarsa. Silika dan kuarsa merupakan elemen penting dalam industri chip(silicon wafer). Dua elemen tersebut ternyata melimpah di beberapa tempat di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Bintan, Lingga dan Karimun. Kota Batam yang menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia tak luput dari majunya perkembangan teknologi komputerisasi dan digitalisasi. Ditahun 2020 hingga 2025 akhir, tercatat beberapa perusahaan skala internasional dibidang teknologi menanamkan investasi hingga triliunan rupiah dalam pengembangan polisilikon, hingga pembangunan fasilitas wafer dan fabrikasi chip (chip making) hingga panel Surya di Galang, Batam. Guna mendukung investasi teknologi itu, tentunya dibutuhkan bahan baku berkualitas tinggi, yakni silika dan Kuarsa. Untuk menjawab kebutuhan itu, PT Tridaya Setya Lestari (Tridaya Group) hadir sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam pertambangan pasir darat. Berlokasi di Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, siap menjadi penyuplai bahan baku pasir darat yang telah diuji laboratorium. Komisaris Tridaya Group, Edi SP mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji sampel di dua laboratorium terpercaya, baik uji kadar maupun kelayakan untuk kontruksi beton. "Kami telah menguji sampel pasir darat di lokasi kita, yakni Laboratorium Surveyor Indonesia dan Wika Beton Batam. Hasilnya sangat memuaskan dan bisa dijadikan bahan baku untuk pemurnian silika untuk pengembang Chip dan panel surya. Selama ini pasir di Karimun atau wilayah lainnya dikepri hanya untuk kebutuhan kontruksi maupun penimbunan. Padahal, sangat potensial untuk bahan baku teknologi tinggi," ujarnya kepada SwaraKepri di Batam, Kamis 5 Maret 2026. Kata Edy, dari hasil uji laboratorium, kandungan kuarsa dari lokasi tambang pasir milik Tridaya mencapai 96 hingga 98 persen. Jika dikelola dengan baik, tentunya memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan pasir darat di kawasan kota Batam. "Dari hasil uji lab inilah, tentunya kita harapkan ada hilirisasi produk pasir di wilayah Kepulauan Riau. Sehingga memiliki nilai ekonomis lebih tinggi yang tentunya berpengaruh pada peningkatan PAD kabupaten dan Provinsi," ujarnya. Ia juga berharap agar para pengembang di kota Batam lebih memprioritaskan hasil sumber daya alam dari provinsi Kepri. "Agar usaha pertambangan pasir darat legal di Kepri mampu bersaing, kami berharap para pelaku usaha di kota Batam menggunakan prodak tambang lokal yang legal. Selain mendongkrak PAD, juga meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar tambang,"pintanya. Menurut Edy, hingga saat ini pihaknya masih proses pemuktahiran ijin di tingkat Provinsi, dan ditargetkan dapat beroperasi di tahun 2026. "Tahapan perizinan di Kabupaten telah lengkap, saat ini masih proses di Dinas Provinsi Kepulauan Riau. Insha Allah, target kami produksi di tahun 2026,"pungkasnya. Untuk informasi, Tridaya Group mengelola lahan tambang seluas 49,7 Hektare dengan potensi pasir darat mencapai 2-3 juta ton dalam kurun tiga tahun perizinan. Untuk lebih lanjut, Tridaya group dapat diakses di website resmi yakni tridayagroup.id dan email: tridayasatyalestarisejahtera@gmail.com./RD #batam #batamtiktok #tridayagroup ♬ suara asli – SwaraKepriTV
Kota Batam yang menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia tak luput dari majunya perkembangan teknologi komputerisasi dan digitalisasi.
Ditahun 2020 hingga 2025 akhir, tercatat beberapa perusahaan skala internasional dibidang teknologi menanamkan investasi hingga triliunan rupiah dalam pengembangan polisilikon, hingga pembangunan fasilitas wafer dan fabrikasi chip (chip making) hingga panel Surya di Galang, Batam.
Guna mendukung investasi teknologi itu, tentunya dibutuhkan bahan baku berkualitas tinggi, yakni silika dan Kuarsa.
Untuk menjawab kebutuhan itu, PT Tridaya Setya Lestari (Tridaya Group) hadir sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam pertambangan pasir darat. Berlokasi di Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, siap menjadi penyuplai bahan baku pasir darat yang telah diuji laboratorium.
Komisaris Tridaya Group, Edi SP mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji sampel di dua laboratorium terpercaya, baik uji kadar maupun kelayakan untuk kontruksi beton.
“Kami telah menguji sampel pasir darat di lokasi kita, yakni Laboratorium Surveyor Indonesia dan Wika Beton Batam. Hasilnya sangat memuaskan dan bisa dijadikan bahan baku untuk pemurnian silika untuk pengembang Chip dan panel surya. Selama ini pasir di Karimun atau wilayah lainnya dikepri hanya untuk kebutuhan kontruksi maupun penimbunan. Padahal, sangat potensial untuk bahan baku teknologi tinggi,” ujarnya kepada SwaraKepri di Batam, Kamis 5 Maret 2026.
Kata Edy, dari hasil uji laboratorium, kandungan kuarsa dari lokasi tambang pasir milik Tridaya mencapai 96 hingga 98 persen. Jika dikelola dengan baik, tentunya memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan pasir darat di kawasan kota Batam.
“Dari hasil uji lab inilah, tentunya kita harapkan ada hilirisasi produk pasir di wilayah Kepulauan Riau. Sehingga memiliki nilai ekonomis lebih tinggi yang tentunya berpengaruh pada peningkatan PAD kabupaten dan Provinsi,” ujarnya.
Ia juga berharap agar para pengembang di kota Batam lebih memprioritaskan hasil sumber daya alam dari provinsi Kepri.
“Agar usaha pertambangan pasir darat legal di Kepri mampu bersaing, kami berharap para pelaku usaha di kota Batam menggunakan prodak tambang lokal yang legal. Selain mendongkrak PAD, juga meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar tambang,”pintanya.

Pingback: Potensi Tinggi, Tambang Pasir Silika di Kepri Perlu Perhatian Serius Pemerintah untuk Hilirisasi – SWARAKEPRI.COM