Rebutan Nomor Antrian, Pembagian BLSM Nyaris Ricuh
BATAM – swarakepri.com : Pembagian Bantuan langsung Sementara Masyarakat(BLSM) hari kedua di Kantor Pos Batam Center nyaris ricuh. Warga masyarakat Taman Baloi dan Tanjung Buntung harus saling dorong karena takut tidak kebagian nomor antrian.
Kejadian ini membuat aparat Kepolisian yang berjaga sempat kewalahan. Warga yang tidak sabar nekat menerobos antrian hingga nyaris menyebabkan kericuhan.
Dari hasil pantauan swarakepri dilapangan kericuhan ini diakibatkan oleh ulah sebagian warga yang takut tak kebagian jatah nekat sehigga nekad menerobos antrian usai mendengar adanya pengumuman jam istirahat. Akibatnya, mereka pun sempat terlibat saling dorong.
Selain itu penyebab kericuhan ini lantaran pihak kantor pos juga hanya menyediakan satu tenda antrian. Dari data yang berhasil dihimpun, jumlah penerima BLSM untuk wilayah Taman Baloi sebanyak 998 orang dan untuk Tanjung Buntung 1216 orang.
Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Batam, Dodik Budiantoni ketika dikonfirmasi mengaku sistem antrian sudah dibuat sempurna agar tidak terjadi penumpukan. “Mekanismenya verifikasi berbasis sistem. Scan, muncul data lalu diarahkan ke antrian pembayaran,” jelasnya.
Terkait kejadian saling dorong yang terjadi, Dodik berdalih hal tersebut disebabkan oleh ulah masyarakat sendiri yang tidak sabar untuk mengantri.
Sementara itu untuk tahap pertama pembagian BLSM menurutnya dilakukan untuk dua bulan sekaligus yakni Juli dan Agustus sebesar Rp300 ribu.(adi)
DJI Matrice 4 Series menghadirkan dua varian drone yang dirancang untuk kebutuhan survei dan inspeksi…
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser…
KAI Bandara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Wates…
Inspeksi aset di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) membutuhkan akurasi tinggi dan frekuensi yang konsisten.…
Upaya penguatan tata kelola dan mutu pendidikan tinggi kian mengemuka di tengah tuntutan global. PT…
Starbucks akhirnya mencatat babak baru dalam perjalanan pemulihannya. Pada kuartal kedua tahun fiskal 2026 (Q2 FY2026),…
This website uses cookies.