Categories: KEPRI

Kepri Kekurangan Alat Rekam dan Cetak E-KTP

TANJUNGPINANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Kepulauan Riau menyatakan petugas KTP elektronik tidak dapat bekerja maksimal lantaran kekurangan alat rekam dan alat cetak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil, Sardison, di Tanjungpinang, Jumat (17/5/2019) mengatakan, seluruh kabupaten dan kota di wilayah itu kekurangan alat rekam dan alat cetak.

Semestinya, setiap kantor kecamatan memiliki alat rekam dan alat cetak KTP elektronik, kata dia.

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Disdukcapil kabupaten dan kota, disepakati untuk mengadakan alat rekam pada tahun ini, dan alat cetak pada tahun depan,” katanya.

Sardison mengatakan anggaran untuk pengadaan alat rekam pada tahun ini bersumber dari Pemprov Kepri. Tahun 2020 juga disiapkan anggaran untuk alat cetak KTP-el.

“Pengadaan alat itu tidak dapat dilakukan seluruhnya tahun ini, karena tidak masuk dalam rencana kegiatan dalam RPJMD yang dibahas tahunan. Biasanya, anggaran untuk mengadakan alat itu bersumber dari pusat,” katanya.

Sejak dua tahun terakhir, kata dia pemerintah pusat mengizinkan pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota untuk mengadakan alat rekam, alat cetak maupun fasilitas lainnya yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan KTP-el.

Namun Pemprov Kepri maupun pemerintah kabupaten dan kota selama dua tahun terakhir belum pernah mengajukan kegiatan untuk membeli alat tersebut.

Setelah rapat koordinasi dengan Disdukcapil kabupaten dan kota, baru disepakati agar Pemprov Kepri menyiapkan anggaran untuk membeli alat rekam dan alat cetak KTP-el.

Kebijakan itu, menurut dia tidak terlalu sulit dilaksanakan, karena mendapat dukungan dari Komisi I DPRD Kepri.

“Tahun depan juga akan disiapkan satu unit mobil untuk meningkatkan pelayanan KTP-el,” ucapnya.

 

 

 

 

Artikel disadur dari https://kepri.antaranews.com/berita/56551/kepri-kekurangan-alat-rekam-ktp-el

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Interpol Sebut Jaringan Scammer Kamboja Mulai Bergeser ke Indonesia

BATAM - NCB Interpol Indonesia mengungkapkan bahwa penangkapan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diduga terlibat…

10 jam ago

Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Scam Trading di Batam, Begini Modusnya

BATAM – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam…

15 jam ago

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari…

16 jam ago

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja…

17 jam ago

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan…

17 jam ago

Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy

Jakarta (07/05), Dalam agenda tahunan ke-14 Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26), PT Jasa Marga (Persero)…

17 jam ago

This website uses cookies.