Kisah Indra Mulyadi, Sopir Mobil Jenazah di Batam | SWARAKEPRI.COM
BATAM

Kisah Indra Mulyadi, Sopir Mobil Jenazah di Batam

“Profesi ini mengajarkan saya tentang banyak hal mengenai kehidupan”

 

BATAM – Menjalani profesi sebagai sopir mobil jenazah di Masjid Raya Batam memberikan pelajaran soal kehidupan bagi Indra Mulyadi (38). Dia mengaku mendapatkan kepuasan tersediri, dan nilainya tidak bisa diukur dengan oleh apapun.

 

“Dari sini awalnya saya mulai mengerti, ternyata ada kepuasan batin. Profesi ini telah mengajarkan saya tentang banyak hal mengenai kehidupan, dan kemana arahnya,” ujarnya kepada Swarakepri.com beberapa hari lalu di lantai dasar Masjid Raya Batam Center.

 

Sambil matanya menerawang jauh, ayah dari 4 putri dan 1 putra ini mulai mengingat saat mulai bergabung dengan Badan Amil Zakat (BAZ) Masjid Raya Batam.

 

Sebuah senyuman senantiasa terkembang dari bibirnya mengiringi perbincangan santai tersebut. Indra mengatakan, setelah mengikuti Kajian Islam Ilmiah yang di selenggarakan panitia pengurus Masjid Raya Batam selama tiga hari, imannya semakin bertambah untuk mengadikan hidupnya menjadi sopir mobil jenazah.

 

Indra yang sebelumnya merupakan pengusaha properti yang cukup sukses ini mengaku menemukan jati diri yang baru dengan profesinya kini sebagai sopir mobil jenazah.

 

“Saya sudah bekerja di sini selama dua tahun, selama 24 jam untuk setiap hari, juga harus siap kapanpun dan dimanapun, kalau ada warga yang membutuhkan pertolongan,” ujar pria yang sudah menetap di Batam sejak tahun 1989 tersebut.

 

Dalam menjalani profesinya ini, laki-laki yang akrab dengan jenggot tebal dan songkok hitam ini mengaku mendapatkan dukungan penuh dari keluarga tercinta.

 

“Keluarga sangat mengerti, pernah saat itu pukul 02.00 WIB di telepon warga dari Jembatan 5 Barelang, meminta supaya jenazah keluarganya diantarkan ke Jembatan 1 Barelang. Dari lokasinya itu masuk ke dalam berkilo-kilo, naik-turun bukit, dan jalannya rusak, Alhamdulillh ternyata memang ada keluarga yang berduka, walaupun sempat ada keraguan di awalnya,” terangnya.

 

Pria yang dulunya hobi menyelam dan menembak ikan ini bersama-sama dengan kawan seperjuangan saat ini memanfaatkan lahan seluas 1 Hektar untuk mendirikan sebuah Yayasan Pondok Pesantren dengan nama WALI SONGO di Kampung Mangga, Kampung Tengah, Batu Besar, Nongsa.

 

“Ya Alhadulillah, saat ini sudah mulai berjalan dengan baik, ada kebahagiaan sejati,” ucapnya sambil bersenyum syukur.

 

Dengan mata yang berkaca-kaca, Indra menceritakan pengalamannya saat melihat salah satu anak laki-laki berusia belasan tahun yang sudah menjadi yatim piatu dan tinggal sebatang kara di Batam.

 

“Saya sampaikan ke pihak Badan Amil Zakat Masjid Raya, akhirnya anak itu di asuh, dan di berikan tempat tinggal. Keluarganya semua ada di Jambi, mereka menyerahkan kepada kami,” ucapnya lirih.

 

Di akhir percakapan, Indra mengingatkan untuk semua warga Batam, agar lebih taat dalam beribadah. Dia juga mempersilahkan warga Batam untuk menghubunginya, apabila sewaktu-waktu membutuhkan bantuannya tersebut.

 

“Pelayanan antar jenazah gratis ini, bukan hanya untuk orang yang kurang mampu dan umat muslim saja, ini untuk semua warga Batam yang membutuhkan. Bahkan ke Tanjung Pinang saya pernah, dengan menaiki kapal Roro,” pungkasnya.

 

Bagi warga Batam dan sekitarnya, bisa menghubungi Indra Mulyadi di nomor 0812 7663 7035, untuk pelayanan mobil jenazah gratis selama 24 jam.

 

 

(RED/DRO)

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 17 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan Portal Berita Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top