Categories: HeadlinesHUKRIM

Laporan Dugaan Korupsi Pejabat Bapedalda Batam “Mengendap” di Kejati Kepri

BATAM – swarakepri.com : Dugaan adanya tindak pidana Korupsi penyalahgunaan wewenang dan keuangan negara pada penerbitan Ijin Gangguan(HO) yang terjadi di Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam yang telah dilaporkan oleh HS(warga batam) sejak tanggal 6 September 2012 silam ke Kejaksaan Tinggi(Kejati) Kepri di Tanjungpinang sampai saat ini tidak jelas tindak lanjutnya.

Meskipun sudah pernah diperiksa sebanyak 2 kali sebagai saksi pelapor oleh penyidik Kejati Kepri yakni pada tanggal 16 oktober 2012 dan tanggal 4 februari 2013, sampai saat ini kata HN belum ada satupun pejabat Bapedalda Kota Batam yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Dalam laporan saya di Kejati Kepri, data dan bukti-bukti akurat dugaan suap yang melibatkan pejabat dan staf Bapedalda Kota Batam sudah saya berikan kepada penyidik. Tapi herannya sudah hampir setahun laporan saya buat sampai sekarang belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap HS kepada swarakepri,Jumat(12/7/2013) di Batam Center.

Ditegaskan HS bahwa lambannya proses penyelidikan yang dilakukan penyidik Kejati Kepri tidak menyurutkan langkahnya untuk terus mengungkap kasus ini. Ia mengaku sudah menyiapkan testimoni sebagai mosi tidak percaya kepada Kejati Kepri dalam mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang dan jabatan pada penerbitan HO di Bapedalda Kota Batam.

“Bulan ini testimoni ini akan saya kirimkan ke Kantor Hukum Kepresidenan RI, Kapolri, Jaksa Agung, Ketua KPK dan Komisi Kejaksaan di Jakarta,” tegasnya.

Menurut HS penerbitan Ijin Gangguan(HO) oleh pejabat Bapedalda Kota Batam yang diduga sarat Korupsi ini diberikan tanpa adanya pengkajian terhadap kepada puluhan perusahaan terutama perusahaan Shipyard selaku pemohon ijin gangguan(HO) yang tentunya sangat rawan melakukan aktivitas pengrusakan lingkungan hidup.

“Saat ini perusahaan perusahaan Shipyard yang beraktivitas di sepanjang pesisir pulau Batam banyak yang secara terang-terangan merusak Hutan Manggrove (bakau) sehingga hutan yang diharapkan menjadi paru paru pulau Batam semakin punah.

Dikatakannya bahwa akibat dari ijin HO yang diberikan sembarangan oleh Bapedalda Kota Batam, perusahaan-perusahaan Shipyard yang ada di Batam semakin leluasa untuk merusak hutan bakau tanpa perduli dengan Undang undang lingkungan hidup yang berlaku di Indonesia.

Yang lebih parahnya lagi, aksi perusakan hutan bakau oleh perusahaan-perusahaan Shipyard ini sendiri dibiarkan oleh pihak Bapedalda Kota Batam tanpa ada upaya untuk meminta perusahaan tersebut melakukan penanaman kembali bakau di hutan pengganti.

“Selama ini mereka(Bapedalda,red) tutup mata karena diduga sudah mendapatkan ‘Fee’ dari perusahaan perusahaan perusak lingkungan tersebut,” kecamnya.

Ditegaskannya bahwa pejabat yang paling bertanggung jawab dalam pengrusakan hutan bakau di Batam adalah Dendi Poernomo selaku Kepala Bapedalda Kota Batam.

Sampai berita ini diunggah, Kepala Bapedalda Kota Batam, Dendi Poernomo belum berhasil dikonfirmasi. Beberapa kalu dihubungi melalui nomor telepon selulernya 0811923xxxx tidak bisa tersambung(red)

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

  • saya mau bertanya kenapa DPO pasir ilegal yang telah jelas2 merusak lingkungan BATAM masih di biarkan berkeliaran .padahal laporan saya kepada pihak bapedal telah saya ajukan.saya kecewa pada pihak bapedal batam karna menutup telinganya .apakah bapedal batam telah mendapat uang suap dari pihak DPO agar kasus ini tidak di tindak laznjuti

Recent Posts

KAI Logistik Kirim 1.425 Motor dari Yogyakarta Saat Libur Panjang

KAI Logistik, melalui layanan pengiriman yang berfokus pada barang ritel yaitu KALOG Express, berhasil mengakomodasi…

4 jam ago

Retail Multi Cabang Makin Efisien Berkat Integrasi Odoo Accounting dan Inventory

Retail dengan banyak cabang sering mengalami ketidaksesuaian antara stok, transaksi kasir, dan laporan keuangan karena…

4 jam ago

Optimasi AI Tak Cukup dengan GEO dan AEO, Alexandro Wibowo Perkenalkan Framework AVO

Seiring meningkatnya penggunaan AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Perplexity, semakin banyak perusahaan mulai…

5 jam ago

Ekosistem EV Semakin Berkembang, BRI Finance Perkuat Solusi Pembiayaan Kendaraan Listrik

Perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap…

7 jam ago

BINUS @Malang Gelar SheCodes Society Digital Leadership Academy untuk Dorong Perempuan Muda di Bidang STEM

Partisipasi perempuan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari…

7 jam ago

KA Cikuray Jadi Kereta Favorit Pengguna Jasa dari Daop 2 Bandung Sedangkan Gambir dan Yogyakarta Masih Menjadi Tujuan Utama Selama Januari – Juni 2026

Tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama Semester I Tahun 2026 (Januari–Juni) tercermin dari…

7 jam ago

This website uses cookies.