Categories: BISNIS

Menguak Penyelundupan Rokok Luffman dari Batam(2)

Rokok Luffman Juga Diselundupkan Lewat Pelabuhan Resmi

BATAM – swarakepri.com: ‎Rokok non-cukai merek Luffman yang diproduksi PT Leadon International ternyata tidak hanya diselundupkan lewat pelabuhan tikus, namun juga lewat pelabuhan resmi yang ada di Kota Batam seperti Pelabuhan Makobar, Batu Ampar dan pelabuhan domestik Sekupang.

Informasi yang diperoleh dilapangan, ada beberapa rekanan atau partner PT Leadon untuk mendistribusikan rokok Luffman keluar dareah.

Salah satu diantaranya adlah Jfr, distributor sembako di kawasan Seraya. Jfr diduga menyelundupkan rokok Luffman bersama produk lainnya seperti susu SGM ke Pekanbaru mengunakan kapal kayu dari Pelabuhan Makobar Batu Ampar.

“Jfr merupakan pemain sembako dan rokok Luffman ke pekanbaru melalui makobar,” ujar narasumber swarakepri.com, Rabu(28/10/2015) siang.

Ia mengungkapkan Jfr merupakan pemain lama yang membeli rokok Luffman langsung ke PT Leadon untuk diedarkan ke Pekanbaru.

“Sistem pembelian langsung ini tidak sembarangan. Diperlukan kepercayaan dengan sistem pembayaran tunai untuk dapat diskon yang bagus,” terangnya.

Dikatakannya bahwa selain Jfr, juga ada grosir besar milik Akg yang berada di kawasan Jodoh. Akg diduga menyalurkan rokok Luffman melalui pelabuhan domestik Sekupang untuk diedarkan kepulau-pulau.

“Pengawalan d idarat dilakukan oknum kepolisian sedangkan dilaut oleh BC maupun angkatan laut. Keberangkatan kapal akan dikawal ketika memasuki wilayah Belakang Padang,” jelasnya.

Menurutnya PT Leadon sudah mempunyai jaringan‎ tersistem untuk mejual rokok Luffman. Untuk memuluskan aksinya, perusahaan ini diduga sudah berkoordinasi dengan segala lini di Batam dan mengelabui Pemerintah Batam dengan dalih produknya dipalsukan.

Sementara itu Manager Marketing PT Speed Sukses Internasional, Michael menegaskan bahwa rokok Luffman tidak boleh dijual langsung ke grosir oleh PT Leadon International selaku produsen.

“PT Speed adalah distributor resmi dari rokok Luffman. Dalam perjanjian, PT Leadon tidak boleh menjual langsung ke grosir,” ujarnya kepada swarakepri.com, Rabu(28/10/2015) di Batam Center.

Ia juga mengatakan bahwa rokok luffman yang diproduksi PT Leapon ada tiga kategori, yakni ekspor, cukai dan non-cukai(kawasan FTZ).

“Untuk yang non-cukai, sudah 2 bulan ini tidak ada produksi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa rokok putih luffman dengan bungkus warna merah sudah 4 bulan terakhir sudah tidak produksi.

“Kalau rokok tersebut ditemukan dipasar, 95 persen itu palsu,” ujarnya. (red/tim/2)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

KAI Logistik Kelola 6,8 Juta Ton Angkutan Barang hingga Mei 2026

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung distribusi barang nasional. Melalui…

2 jam ago

Sajiva Residence Apresiasi Dukungan PLN Gunung Putri dalam Mendukung Kesiapan Hunian Subsidi Siap Huni di Citeureup

Sajiva Residence menyampaikan apresiasi kepada PLN UP3 Gunung Putri (Cileungsi) dan PLN ULP Citeureup atas dukungan…

2 jam ago

ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Pasar aset digital dan pasar keuangan global memasuki periode volatilitas yang lebih tinggi pada pekan…

2 jam ago

BRI Region 6 Sambut Pekerja Baru Melalui Program Onboarding

Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, BRI Region 6 menyelenggarakan…

3 jam ago

Oxygen.id Luncurkan Paket Stream Sport 200Mbps dan Gratis Nonton Piala Dunia

Oxygen.id, layanan internet broadband dari MoraRepublic, menghadirkan Paket Stream Sport untuk memberikan pengalaman menonton pertandingan olahraga…

14 jam ago

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih…

14 jam ago

This website uses cookies.